MAKASSAR, TITIK-FAKTA.COM – Semangat kemerdekaan terasa semarak di lingkungan pemasyarakatan Sulawesi Selatan. Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar turut ambil bagian dalam jalan santai, lomba tradisional, hingga penyerahan bantuan sosial yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Selatan, Sabtu, (8/08/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sejumlah pegawai dari berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Sulawesi Selatan ikut meramaikan agenda yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan.
Jalan santai menjadi pembuka kegiatan. Para petugas kemudian mengikuti sejumlah perlombaan tradisional yang menghadirkan suasana lebih cair di tengah rutinitas kedinasan. Momentum itu sekaligus menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antarpegawai pemasyarakatan.
Namun, perayaan kemerdekaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan turut menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut.
Kepala Lapas Kelas IIB Takalar, Andi Gunawan, mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Kanwil Ditjenpas Sulsel. Menurut dia, peringatan kemerdekaan semestinya tidak hanya dimaknai sebagai agenda tahunan, tetapi juga sebagai momentum memperkuat solidaritas dan kepedulian.
“Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat solidaritas, kebersamaan, dan kepedulian sosial di lingkungan Pemasyarakatan,” ujar Andi Gunawan.
Ia mengatakan jalan santai, lomba tradisional, dan aksi sosial menjadi sarana untuk menanamkan kembali nilai gotong royong serta semangat kebangsaan di kalangan insan pemasyarakatan.
Keikutsertaan Lapas Takalar, kata Andi, sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap program Kanwil Ditjenpas Sulsel dan upaya memperkuat sinergi antarsatuan kerja.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena mampu membangun kekompakan dan mempererat hubungan antarpegawai Pemasyarakatan,” katanya.
Andi berharap kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut tidak berhenti di arena perayaan HUT kemerdekaan. Semangat itu, menurut dia, harus dibawa ke dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Dengan begitu, soliditas internal dapat berujung pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya menghadirkan layanan pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berintegritas.
Bagi Lapas Takalar, perayaan HUT ke-81 RI menjadi lebih dari sekadar jalan santai dan perlombaan. Di balik kemeriahan, terselip pesan bahwa semangat kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui kebersamaan, pengabdian, dan kepedulian terhadap sesama. (*)












