TAKALAR, TITIK-FAKTA.COM – Isu mengenai penunjukan Karim sebagai salah satu pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Takalar periode 2026–2031 ikut menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Karim disebut-sebut berpeluang menduduki posisi Ketua Baznas karena dinilai memiliki kedekatan dengan Bupati Takalar.
Beredar pula asumsi bahwa penunjukan tersebut berkaitan dengan dugaan “balas budi” pasangan Bupati Mohammad Firdaus dan Wakil Bupati Hengky Yasin kepada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Takalar.
Isu itu mencuat setelah lima pimpinan Baznas Takalar periode 2026–2031 resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Takalar Mohammad Firdaus pada Rabu, (19/08/2026).
Ketua Bawaslu Takalar Nelliyati, yang diketahui merupakan istri Ketua Baznas Takalar terpilih, membantah adanya kaitan antara proses pemilihan pimpinan Baznas dengan jabatannya sebagai Ketua Bawaslu.
“Terima kasih Pak. Terkait asumsi tersebut tidak berkorelasi sama sekali. Kebetulan saja saya Ketua Bawaslu sehingga dihubung-hubungkan, padahal ini adalah proses yang berbeda,” kata Nelliyati melalui pesan WhatsApp, Rabu malam.
Menurut Nelliyati, posisi dirinya sebagai Ketua Bawaslu tidak memiliki hubungan dengan proses penetapan pimpinan Baznas Takalar. Ia menegaskan bahwa kedua proses tersebut berjalan dalam ranah dan mekanisme yang berbeda.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi bantahan atas spekulasi yang mengaitkan jabatan suaminya di Baznas dengan posisi Nelliyati sebagai Ketua Bawaslu Takalar.
Pelantikan lima pimpinan Baznas Takalar periode 2026–2031 menandai dimulainya masa kepengurusan baru lembaga pengelola zakat tersebut. Adapun isu mengenai siapa yang akan menempati posisi Ketua Baznas sebelumnya berkembang di tengah proses penetapan kepengurusan.
Nelliyati meminta persoalan tersebut tidak dikaitkan dengan jabatannya di Bawaslu. Ia menegaskan bahwa hubungan keluarga tidak serta-merta menunjukkan adanya keterkaitan antara proses kelembagaan Bawaslu dan Baznas.
Dengan demikian, isu mengenai dugaan “balas budi” tersebut sejauh ini masih berupa asumsi yang beredar di masyarakat. Pihak Bawaslu Takalar menegaskan tidak ada korelasi antara kedudukannya sebagai lembaga pengawas pemilu dengan proses penetapan pimpinan Baznas Takalar.
(Red/Muh Ramli jaguar)












