Kemarau Panjang, Bupati Daeng Manye Turun Langsung Salurkan 200 Ribu Liter Air Gratis ke Warga Bontoparang

TAKALAR, TITIK-FAKTA.COM – Pemerintah Kabupaten Takalar melalui PDAM Takalar terus mengintensifkan penyaluran bantuan air bersih bagi warga yang terdampak kemarau panjang. Hingga Minggu, (23/08/2026), sekitar 200.000 liter air telah didistribusikan secara gratis kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Laikang, khususnya Desa Bontoparang dan sekitarnya.

Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, turun langsung meninjau sekaligus mengikuti penyaluran air bersih tersebut bersama istrinya, Hj. Dewi Sri Ekowati. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

Penyaluran air bersih telah dilakukan sejak 30 Juli 2026 sebagai langkah tanggap darurat menghadapi dampak kemarau panjang dan fenomena El Niño. Bontoparang, Laikang, dan Punaga merupakan sejumlah wilayah yang dikenal rawan mengalami kekeringan dan krisis air bersih saat kemarau ekstrem.

“Penyaluran air bersih ini merupakan langkah tanggap darurat pemerintah untuk membantu masyarakat yang terdampak kemarau. Kita akan terus berupaya memastikan kebutuhan dasar warga, khususnya air bersih, tetap terpenuhi,” ujar Bupati Daeng Manye.

40 Armada Tangki Dikerahkan

Menurut data penyaluran, hingga hari ini volume air yang telah disalurkan mencapai kurang lebih 200.000 liter. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 40 armada truk tangki.

Air didistribusikan tanpa dipungut biaya kepada masyarakat. Bantuan ini diharapkan dapat mengurangi beban warga yang harus memenuhi kebutuhan air sehari-hari di tengah kondisi sumber air yang mulai mengering.

“Air ini kita salurkan secara gratis kepada masyarakat. Selama kondisi kemarau masih berlangsung dan warga masih membutuhkan, penyaluran akan terus dilakukan,” kata Daeng Manye.

Penyaluran air tangki tersebut telah berlangsung sekitar satu setengah bulan dan direncanakan berlanjut hingga kondisi kemarau mulai mereda.

Tak Hanya Mengandalkan Truk Tangki

Pemerintah Kabupaten Takalar bersama pihak terkait juga mulai menyiapkan solusi jangka panjang agar persoalan krisis air bersih di wilayah tersebut tidak terus berulang setiap musim kemarau.

Salah satu rencana yang disiapkan adalah pembangunan sumur bor yang dilengkapi sistem pompa otomatis serta menara air atau tandon dengan kapasitas penyimpanan besar.

Rencana tersebut berkaca pada keberhasilan pembangunan sarana serupa di wilayah sekitar yang telah dibangun pada pertengahan tahun lalu.

Dengan sistem itu, air dari sumur bor nantinya akan dipompa menuju menara air untuk kemudian dialirkan ke penampungan umum masyarakat.

Sistem distribusi terpusat tersebut diharapkan membuat warga dapat memperoleh air dengan lebih mudah tanpa sepenuhnya bergantung pada armada truk tangki ketika musim kemarau kembali datang.

“Kita tidak ingin persoalan seperti ini hanya diselesaikan dengan mengirim air menggunakan mobil tangki setiap tahun. Harus ada solusi permanen. Karena itu, sumur bor dan menara air menjadi salah satu opsi yang sedang kita siapkan,” ujar Daeng Manye.

Pemerintah berharap solusi jangka panjang tersebut dapat meningkatkan ketahanan air masyarakat Bontoparang, Laikang, Punaga, dan wilayah lain yang selama ini menjadi titik rawan kekeringan di Kabupaten Takalar.

(Red/Puang Fathir)

Gambar