HUT Pertama Kodaeral VI, Daeng Manye Dorong Sinergi TNI AL dan Pemda untuk Masyarakat Pesisir

MAKASSAR, TITIK-FAKTA.COM – Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menghadiri perayaan ulang tahun pertama Komando Daerah TNI Angkatan Laut atau Kodaeral VI di Hotel Claro Makassar, Senin, (10/08/2026). Perayaan itu menjadi momentum memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan TNI Angkatan Laut.

Daeng Manye hadir mengenakan pakaian dinas khaki ASN. Ia duduk bersama sejumlah pejabat pemerintah daerah dan petinggi TNI AL dalam perayaan yang berlangsung di Jalan A.P. Pettarani, Makassar.

Sejumlah pejabat tinggi TNI AL turut hadir, di antaranya Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, S.E., M.M., CHRMP selaku Panglima Komando Armada Republik Indonesia. Hadir pula Laksamana Muda TNI Sumarji Bimoaji yang kini menjabat Dankodaeral XIII di Tarakan.

Bagi Daeng Manye, satu tahun perjalanan Kodaeral VI bukan sekadar peringatan usia organisasi. Momentum itu dinilai penting untuk memperkuat kerja sama antara TNI AL dan pemerintah daerah, terutama dalam menjangkau kepentingan masyarakat pesisir.

“Satu tahun ini menjadi momentum memperkuat sinergi, terutama bagaimana TNI AL dan pemerintah daerah hadir bersama masyarakat,” ujar Daeng Manye.

Menurut dia, keberadaan Kodaeral memiliki posisi strategis dalam membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah. Hal itu semakin relevan bagi Takalar yang memiliki wilayah pesisir dan masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada kawasan tersebut.

“Saya melihat Kodaeral punya posisi penting untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam menjaga kepentingan masyarakat pesisir,” katanya.

Daeng Manye menilai hubungan antara pemerintah daerah dan TNI AL perlu terus dibangun melalui komunikasi yang terbuka serta kerja sama yang konkret. Sinergi itu, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga kepentingan masyarakat di wilayah pesisir.

Denih: Ukuran Organisasi Ada pada Kontribusi

Dalam kesempatan yang sama, Panglima Komando Armada Republik Indonesia Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata menyampaikan ucapan selamat kepada keluarga besar Kodaeral yang memasuki usia satu tahun.

Ia mengatakan satu tahun merupakan fase penting untuk memantapkan peran dan menyempurnakan sistem kerja organisasi. Namun, usia organisasi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.

“Yang menjadi ukuran bukan hanya lamanya organisasi ini berkembang, melainkan kontribusi nyata bagi pelaksanaan tugas dan pengabdian TNI Angkatan Laut,” kata Denih.

Denih juga menyoroti tema HUT pertama Kodaeral, “Kodaeral Bersama Rakyat, Mengawal Nusantara, Indonesia Maju.”

Menurut dia, kekuatan TNI AL tidak semata ditentukan oleh alutsista dan perkembangan teknologi. Kepercayaan masyarakat dan kemampuan membangun kerja sama juga menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas.

“Semangat persatuan dan kemampuan bekerja sama menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan negara,” ujarnya.

Denih turut mengapresiasi rangkaian acara peringatan HUT pertama Kodaeral VI, termasuk pertunjukan seni yang ditampilkan. Ia bahkan menyebut kualitas acara tersebut telah melampaui skala perayaan tingkat Kodaeral.

“Saya apresiasi acara ini memang luar biasa. Kelasnya sudah bukan kelas Kodaeral lagi, ini sudah kelasnya Angkatan Laut,” katanya.

Ia secara khusus mengapresiasi penampilan pemeran Putri Sultan Hasanuddin yang menjadi bagian dari rangkaian acara.

Di penghujung kegiatan, Denih mengajak seluruh keluarga besar Kodaeral memperkuat soliditas, meningkatkan kompetensi, serta menjaga integritas. Ia berharap momentum satu tahun menjadi pijakan bagi Kodaeral untuk berkembang menjadi organisasi yang semakin modern dan dipercaya masyarakat.

Bagi Pemerintah Kabupaten Takalar, perayaan tersebut juga menjadi ruang memperkuat hubungan kelembagaan dengan TNI AL. Daeng Manye berharap komunikasi dan kolaborasi yang telah terbangun dapat terus berlanjut, terutama dalam mendukung masyarakat yang hidup dan beraktivitas di wilayah pesisir.

Perayaan HUT pertama Kodaeral VI akhirnya tidak sekadar menjadi seremoni ulang tahun. Di tengah agenda pertahanan dan keamanan, pertemuan itu mempertemukan pemerintah daerah dan TNI AL dalam satu pesan: sinergi akan lebih bermakna ketika berujung pada manfaat bagi masyarakat. (*)

Gambar