CIBUBUR, TITIK-FAKTA.COM – Tenda tamu Kontingen Jambore Nasional (Jamnas) 2026 Kwarcab Takalar di Buperta Cibubur, Selasa, 18 Agustus 2026, mendadak terasa seperti ruang keluarga. Warga Takalar yang bermukim di perantauan datang menyambangi para peserta Jamnas melalui Kerukunan Keluarga Takalar Panrannuangku (KKTP).
Kunjungan itu dipimpin Ketua Umum KKTP H. Hasanuddin Tisi Dg. Lewa bersama Sekretaris Jenderal A. Muktadir Taiyeb Dg. Rurung, Bendahara Umum Nurhaeda Ende Dg. Kebo, Ketua I Taufiq Anwar Dg. Sijaya, dan Dewan Penasehat Hasbullah Dg. Nyikko.
Para pengurus KKTP duduk bersila bersama peserta Penggalang. Perkenalan berlangsung sederhana. Peserta menyebut nama, pangkalan sekolah, alamat, hingga nama orang tua.
Dari sesi itu muncul kejutan kecil. Salah seorang peserta, Ahmad Mapparessa dari Bontosanra, Kelurahan Maradekaya, ternyata memiliki hubungan keluarga dengan Hasbullah Dg. Nyikko. Pertemuan yang semula menjadi agenda silaturahmi berubah menjadi semacam reuni keluarga.
Pernah Jadi Peserta Jamnas 1975
Hasanuddin Tisi Dg. Lewa, yang akrab disapa Tetta Lewa, mengaku terharu dapat bertemu dengan peserta Jamnas asal Takalar. Ia mengatakan dirinya pernah menjadi anggota Pramuka dan mengikuti Jamnas pada 1975 di lokasi yang sama.
“Saya bersyukur bisa bertemu dengan anak-anakku sekalian. Saya dulu juga anggota Pramuka dan pernah menjadi peserta Jamnas tahun 1975 di Cibubur ini. Kalian adalah putra-putra terbaik mewakili Takalar yang kelak menjadi penerus pembangunan daerah,” kata Tetta Lewa.
Menurut dia, KKTP dibentuk sebagai wadah pemersatu warga Takalar di perantauan. Para anggotanya kini berkiprah di berbagai bidang, mulai pemerintahan, TNI/Polri, BUMN, hingga dunia usaha.
Tetta Lewa kemudian memperkenalkan sejumlah pengurus yang hadir.
Taufiq Anwar Dg. Sijaya disebut Menjabat vice Presiden BRI.
A. Muktadir Taiyeb Dg. Rurung merupakan Vice Presiden PT Pos Indonesia.
Sementara Nurhaeda Ende Dg. Kebo dikenal sebagai wasit internasional karate pemegang sabuk hitam DAN VI. Adapun Hasbullah Dg. Nyikko merupakan akademisi bergelar doktor dan salah satu dari dua putra daerah Takalar pertama yang pada masanya berhasil menembus Institut Pertanian Bogor (IPB).
Pemaparan profil para tokoh diaspora itu disambut tepuk tangan peserta.
Sekjen KKTP A. Muktadir Taiyeb mengatakan warga Takalar di perantauan bangga melihat generasi muda yang membawa nama daerah di ajang nasional.
“Kami yang sudah puluhan tahun merantau sangat bahagia melihat adik-adik di sini. Apalagi di antara peserta, hadir dua orang perwakilan dari Sekolah Rakyat tingkat SMP. Ini capaian yang luar biasa,” ujarnya.
Jadi Suntikan Energi
Pimpinan Kontingen Putra Takalar, Imran, menyampaikan apresiasi atas kunjungan para pengurus KKTP.
Menurut dia, kehadiran warga diaspora bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga memberi energi baru bagi peserta yang sedang mengikuti rangkaian Jamnas.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya atas kunjungan ini, Pak. Ini menjadi suntikan energi dan motivasi luar biasa bagi adik-adik peserta Jamnas untuk berjuang keras meraih cita-cita,” kata Imran.
Ia menilai KKTP tidak hanya menjaga hubungan kekeluargaan warga Takalar di rantau, tetapi juga menjadi wadah yang menghimpun potensi putra-putri daerah.
Imran kemudian memimpin doa agar peserta Jamnas dapat mengikuti jejak keberhasilan para seniornya di KKTP dan kelak mampu melampaui pencapaian tersebut. Doa itu diamini seluruh peserta dan pengurus yang hadir.
Pelepas Rindu di Tengah Jamnas
Pertemuan tersebut juga menjadi ruang melepas rindu terhadap kampung halaman. Para warga diaspora mengenang Takalar, sementara para peserta Jamnas telah sekitar dua pekan meninggalkan keluarga di daerah.
Kebersamaan berlanjut dengan salat Magrib berjamaah dan perbincangan santai di bawah tenda kontingen.
Rombongan KKTP kemudian berpamitan sekitar pukul 19.30 WIB. Pertemuan berakhir, tetapi pesan yang dibawa para perantau tetap tinggal: generasi muda Takalar diharapkan tumbuh menjadi penerus yang mampu membawa nama daerah lebih jauh, bahkan melampaui pencapaian para seniornya.
(Red/Liong)












