BBM Kembali Kondusif, Sekolah di Takalar Mulai Tatap Muka 17 September

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar. Dody Riyan Saputra, S.I.P., M.I.Kom.

TAKALAR, TITIKFAKTA.COM Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Takalar mencabut kebijakan pembelajaran daring. Mulai Kamis, 17 September 2026, siswa jenjang TK, SD, dan SMP kembali mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah.

Keputusan itu tertuang dalam surat Disdikbud Takalar Nomor 100.3.4/216/DISDIKBUD tertanggal 16 September 2026. Surat tersebut ditandatangani Kepala Disdikbud Takalar Dody Riyan Saputra, S.IP., M.I.Kom.

Dalam surat tersebut, Disdikbud menjelaskan bahwa penghentian sementara pembelajaran daring dilakukan setelah kondisi ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan mobilitas masyarakat di Kabupaten Takalar dinilai kembali kondusif dan stabil.

“Berdasarkan hasil evaluasi, seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Takalar kini diperbolehkan kembali melaksanakan proses belajar mengajar secara langsung sesuai kalender akademik yang berlaku,” demikian keterangan dalam surat Disdikbud Takalar.

Sekolah diminta menyiapkan sarana dan prasarana pembelajaran sebelum kegiatan tatap muka dimulai. Kepala satuan pendidikan juga diminta berkoordinasi dengan orang tua atau wali murid agar peralihan dari pembelajaran daring ke luring berjalan lancar.

Disdikbud mengingatkan sekolah agar tetap menjaga Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN). Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) juga diminta terus diterapkan dalam aktivitas pembelajaran.

Kepala Disdikbud Takalar Dody Riyan Saputra mengapresiasi kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua siswa yang telah mendukung pembelajaran daring selama masa penyesuaian akibat kondisi kelangkaan BBM.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta orang tua siswa yang telah mendukung pelaksanaan pembelajaran daring selama masa penyesuaian,” kata Dody, sebagaimana keterangan yang disampaikan dalam rilis tersebut.

Ia berharap pembelajaran tatap muka dapat kembali berlangsung optimal setelah situasi di Takalar dinilai kondusif. Kebijakan ini diharapkan mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kepada peserta didik. (*)

Gambar