Proyek Irigasi Pamukkulu Rp29,8 Miliar, Pekerjaan PT Etika Jaya Beton Disebut Belum Tuntas

TAKALAR, TITIKFAKTA.COM Pengerjaan rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) Pamukkulu, Kabupaten Takalar, kembali menjadi perhatian. Sejumlah titik pekerjaan yang dikerjakan PT Etika Jaya Beton disebut masih belum rampung.

Daeng Ngitung menyebut pekerjaan yang belum diselesaikan tersebar di beberapa wilayah, di antaranya Pangkala, Bontomanai, Pa’bundukan, hingga Desa Cakura, Kecamatan Polongbangkeng Selatan.

Menurut dia, panjang pekerjaan yang belum tuntas diperkirakan masih mencapai lebih dari dua kilometer. Sementara progres keseluruhan pekerjaan yang tersisa, berdasarkan perkiraannya, berada di kisaran 60 persen.

Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada masyarakat, terutama petani yang mengandalkan jaringan irigasi untuk mengairi lahan pertanian mereka.

Harapan agar proyek segera diselesaikan juga disampaikan Daeng Tutu, salah seorang petani di wilayah Polongbangkeng Selatan.

Ia mengatakan petani khawatir jika pekerjaan kembali terhenti dalam waktu lama. Kondisi itu dinilai dapat semakin menyulitkan masyarakat dalam memanfaatkan jaringan irigasi yang diharapkan menunjang produktivitas pertanian.

“Kami sebagai petani menagih janji kontraktor yang sebelumnya menyampaikan akan menyelesaikan pekerjaan yang belum rampung. Kami sangat berharap proyek ini segera diselesaikan karena irigasi ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pertanian masyarakat,” ujar Daeng Tutu, Sabtu (5/09/2026).

Menurutnya, penyelesaian proyek menjadi semakin mendesak menjelang musim hujan. Petani berharap jaringan irigasi dapat segera difungsikan secara optimal sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

Proyek Rp29,8 Miliar

Rehabilitasi jaringan irigasi DI Pamukkulu merupakan proyek yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak sekitar Rp29,8 miliar.

Proyek tersebut berada di bawah program Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang dan dikerjakan oleh PT Etika Jaya Beton.

Sebelumnya, proyek ini juga menjadi sorotan karena sejumlah ruas saluran disebut belum rampung meski masa kontrak pekerjaan telah berakhir pada Desember 2025.

Hingga berita ini diterbitkan, Project Manager PT Etika Jaya Beton, Mei, dan pihak BBWS Pompengan Jeneberang belum memberikan keterangan mengenai klaim tunggakan pembayaran, progres pekerjaan, maupun penyebab kembali terhentinya pengerjaan proyek tersebut. (*)

Gambar