Panen 50 Kg Pakcoy, Lapas Takalar Perkuat Pembinaan dan Ketahanan Pangan

TAKALAR, TITIK-FAKTA.COM – Sebanyak 50 kilogram pakcoy dipanen dari lahan pertanian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar, Kamis (20/8/2026). Panen ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang melibatkan langsung warga binaan.

Budidaya pakcoy tidak sekadar memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan Lapas. Kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman dan keterampilan praktis kepada warga binaan agar memiliki bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana Anak Didik Lapas Takalar, Gugu Alam, mengatakan warga binaan terlibat dalam seluruh tahapan budidaya, mulai dari penanaman, perawatan hingga proses panen.

“Panen 50 kg pakcoy ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara bertahap. Warga binaan terlibat mulai dari proses penanaman, perawatan hingga panen,” kata Gugu.

Menurut dia, keterampilan bercocok tanam diharapkan dapat menjadi modal bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.

Salah seorang warga binaan berinisial LP mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai program pertanian memberikan pengalaman yang dapat diterapkan setelah bebas.

“Kami bisa membudidayakan sayuran ini saat bebas nanti,” ujarnya.

Kepala Lapas Takalar, Andi Gunawan, mengapresiasi keterlibatan petugas dan warga binaan dalam mengembangkan pertanian di lingkungan Lapas.

Ia mengatakan hasil panen tersebut menunjukkan bahwa pembinaan dapat diarahkan pada kegiatan produktif sekaligus menghasilkan manfaat nyata.

“Panen 50 kilogram pakcoy ini menjadi bukti pembinaan di Lapas terus diarahkan pada kegiatan produktif dan memberikan manfaat nyata. Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani pembinaan, tetapi juga memperoleh keterampilan yang dapat mereka manfaatkan ketika kembali ke masyarakat,” ujar Andi.

Selain menjadi bagian dari pembinaan kemandirian, pengembangan lahan pertanian tersebut juga disebut sebagai bentuk dukungan Lapas Takalar terhadap Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan.

Andi menegaskan, lahan yang tersedia akan terus dioptimalkan untuk kegiatan produktif.

“Kami berkomitmen mendukung program ketahanan pangan. Setiap lahan yang tersedia akan kami manfaatkan secara optimal untuk kegiatan produktif sehingga selain menghasilkan pangan, juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan,” tandasnya.

Bagi Lapas Takalar, panen pakcoy bukan semata soal jumlah hasil pertanian. Di balik 50 kilogram sayuran yang dipanen, terdapat proses pembelajaran agar warga binaan memiliki keterampilan, pengalaman, dan kesiapan untuk menjalani kehidupan setelah kembali ke masyarakat. (*)

Gambar