JAKARTA, TITIK-FAKTA.COM – Perhatian Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye terhadap kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Takalar di Jambore Nasional (Jamnas) kembali diwujudkan. Logistik tambahan dari Takalar tiba di lokasi perkemahan pada Rabu, (19/08/2026), sekitar pukul 17.00 WIB.
Logistik itu diantar menggunakan mobil oleh utusan Bupati Takalar. Kiriman tersebut diperuntukkan bagi 50 anggota kontingen yang masih mengikuti rangkaian Jamnas di Jakarta.
Kontingen terdiri atas 16 peserta putra, 16 peserta putri, dua Bindap Putra, dua Bindap Putri, masing-masing satu Pimpinan Kontingen (Pinkon) Putra dan Putri, serta 10 orang official.
Bahan makanan dan kebutuhan dapur menjadi isi utama kiriman. Di antaranya dua botol minyak goreng ukuran dua liter, delapan rak telur, lima ball tempe, lima ball tahu, dan lima ekor ayam.
Ada pula empat buah kol, delapan sawi, 10 labu siam, empat kilogram tomat, serta dua kilogram cabai. Kebutuhan dapur lainnya berupa kecap, Masako ukuran besar, empat kilogram gula pasir, dan dua bungkus kopi Kapal Api ukuran besar.
Bupati juga mengirim lima galon air mineral Le Minerale, dua bungkus garam, dua ikat serai, serta empat bungkus susu krimer.
Sementara ikan kering dan ikan pallu ce’la yang turut dikirim dari Takalar masih ditunggu karena belum tiba di lokasi perkemahan.
Kedatangan logistik itu langsung disambut antusias peserta. Mereka bergotong royong membawa dan mendistribusikan bahan makanan ke area tenda putri.
Seorang peserta putra, Qadir, bahkan melontarkan celetukan spontan yang mengundang tawa peserta lainnya.
“Terima kasih Pak Bupatiku, saya tidak takut kelaparan lagi,” ujar Qadir sambil mengelus perut dan tersenyum.
Di kalangan pembina dan peserta, Qadir dikenal memiliki pembawaan polos dan kerap mencairkan suasana selama kegiatan.
Daeng Manye Pernah Datang Langsung
Pengiriman logistik ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Bupati Daeng Manye ke lokasi perkemahan pada 14 Agustus 2026.
Saat itu, Daeng Manye tidak hanya menemui kontingen Takalar, tetapi juga membawa sejumlah logistik dan meminta daftar kebutuhan yang masih diperlukan peserta hingga kegiatan Jamnas berakhir.
Permintaan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pengiriman bahan makanan tambahan pada Rabu sore.
Bindap Putra, Juardi, mengatakan dukungan tersebut membantu kontingen memenuhi kebutuhan konsumsi selama berada di perkemahan.
“Pak Bupati waktu berkunjung ke lokasi sudah membawa logistik dan meminta daftar apa-apa yang menjadi kebutuhan dan akan mengirimkan lagi logistik tersebut,” kata Juardi.
Menurut dia, kontingen memang memperoleh pembagian natura dari panitia. Namun, sejumlah kebutuhan diperkirakan masih kurang hingga akhir kegiatan.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian dan dukungan Pak Bupati,” ujarnya.
Kiriman dari Kampung Bikin Peserta Terharu
Bagi peserta putri, kiriman bahan makanan dari Takalar bukan sekadar tambahan persediaan. Ada rasa kampung halaman yang ikut hadir di tengah perkemahan di Jakarta.
Pinkon Putri Kontingen Kwarcab Takalar, Sumiati, mengaku gembira dengan perhatian tersebut.
Ia bahkan menyebut ikan kering dan pallu ce’la yang dikirim dari Takalar sebagai salah satu bahan makanan yang paling dinantikan.
“Alhamdulillah, terima kasih Pak Bupatiku. Semoga sehat selalu dan diberikan kekuatan dalam memimpin Takalar,” ujar Sumiati.
Menurut dia, keberadaan sejumlah warga Takalar yang datang menjenguk kontingen juga membuat peserta merasa tidak sepenuhnya jauh dari kampung halaman.
Sebelumnya, kontingen mendapat kunjungan Anggota DPR-RI Komisi I, H. Ahmad Daeng Se’re, atau biasa dikenal Pak Daeng kemudian Pengurus Kerukunan Keluarga Takalar Panrannuangku (KKTP) yang dipimpin Hasanuddin Tisi alias Tetta Lewa, juga membawa bingkisan pangan.
Hadir pula Sekretaris Jenderal A. Muktadir Tayeb Tetta Rurung, Bendahara Umum Nurhaedah Endeh Bonda Kebo’; Ketua 1 Bidang Organisasi (Taufik Anwar Tetta Sijaya), Dewan Pembina H. Hasbullah Tetta Nyikko.
Serta Diaspora Kerukunan Keluarga Takalar Panrannuangku (Warga Takalar yang berada di perantauan).
Ketua Kwarcab Takalar H. Alamsyah juga disebut mendampingi kontingen selama dua malam di lokasi Jamnas.
“Kami merasa di kampungji kemah karena sudah beberapa kali dapat kunjungan dari orang Takalar di Jakarta,” kata Sumiati.
Ia menilai perhatian dari pemerintah dan masyarakat Takalar menjadi pengalaman tersendiri selama mengikuti Jamnas.
“Baru kali ini saya ikuti mendapat perhatian penuh dari pemerintah sampai segala lapisan masyarakat,” ujarnya.
Jamnas Ditutup Kamis, Kontingen Pulang 22 Agustus
Rangkaian Jamnas dijadwalkan berakhir pada Kamis, 20 Agustus 2026. Kontingen Kwarcab Takalar kemudian dijadwalkan meninggalkan bumi perkemahan pada 22 Agustus bersama kontingen Kwarda Sulawesi Selatan.
Pimpinan Kontingen Putra, Imran, mengatakan rombongan akan kembali ke Sulawesi Selatan menggunakan kapal laut.
Rencana awal menggunakan pesawat akhirnya diubah agar perjalanan pulang dapat dilakukan bersama kontingen Kwarda Sulsel sekaligus memudahkan proses pelaporan.
“Untuk memudahkan dalam pelaporan kami putuskan baliknya juga naik kapal laut bersama kontingen Kwarda Sulsel,” kata Imran.
Kontingen diperkirakan tiba di Makassar pada 25 Agustus 2026.
Bagi para peserta, kiriman logistik dari Takalar menjadi lebih dari sekadar tambahan bahan makanan. Di tengah kesibukan mengikuti Jamnas, kiriman itu menghadirkan kembali rasa kampung halaman dari bahan masakan hingga perhatian orang-orang yang mereka kenal di Takalar. (*)












