TAKALAR, TITIK-FAKTA.COM – Dulu ia berdiri sebagai siswa SMA yang dua kali gagal melewati seleksi Paskibraka Kabupaten Takalar. Kini, 15 tahun berselang, IPDA Syamsuddin H, S.H. kembali ke lapangan yang sama dengan seragam berbeda dan tanggung jawab yang jauh lebih besar: memimpin pasukan pengibar bendera.
Syamsuddin dipercaya menjadi komandan pasukan Paskibraka Kabupaten Takalar dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan H. Makkatang Daeng Sibali, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Senin, (17/08/2026).
Bagi Syamsuddin, tugas tersebut bukan sekadar seremoni tahunan. Ada cerita panjang di balik langkahnya menuju tengah lapangan.
Ketika masih duduk di kelas X SMA, ia pernah mendaftarkan diri sebagai calon Paskibraka Takalar. Gagal. Setahun kemudian, ia mencoba lagi. Hasilnya sama.
“Waktu kelas X SMA saya mendaftar, tidak lulus. Lanjut kelas XI mendaftar, belum juga lulus,” kata Syamsuddin.
Ia mengaku tidak pernah mengetahui secara pasti alasan kegagalannya. Tidak ada penjelasan dari panitia mengenai hasil seleksi tersebut.
“Saya juga tidak tahu, tidak ada informasi dari panitia,” ujarnya.
Saat kelas XII, Syamsuddin memilih tidak mengulanginya untuk ketiga kali. Fokusnya beralih ke ujian akhir sekolah.
“Saya sudah fokus ujian akhir dan sudah kelas III SMA waktu itu,” katanya.
Namun, kegagalan itu rupanya bukan akhir cerita.
Dari Peserta Seleksi Menjadi Komandan
Tahun 2026 membawa Syamsuddin kembali ke dunia Paskibraka dengan peran yang sama sekali berbeda.
Ia bukan lagi peserta seleksi yang menunggu namanya dipanggil. Ia berdiri di depan puluhan anggota Paskibraka dan memberi komando untuk sebuah tugas yang dulu gagal ia raih.
“Alhamdulillah, sekarang tidak jadi Paskib, tapi jadi komandan pasukan pengibar bendera pusaka,” ucapnya.
Pada usia 32 tahun, Syamsuddin memimpin 71 anggota Paskibraka Takalar dalam upacara kemerdekaan yang dipimpin Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye sebagai inspektur upacara.
Pasukan Paskibraka juga menampilkan formasi aksara Lontara bertuliskan “TAKALAR”. Mereka bergerak dari sisi timur lapangan menuju barat sebelum berbelok ke sisi selatan untuk menjalankan rangkaian pengibaran Sang Merah Putih.
Di balik komando yang tegas, ada perjalanan panjang seorang putra Pattallassang.
Sebelas Tahun di Brimob
Syamsuddin lahir di Pattallassang pada 17 Januari 1994. Ia menempuh pendidikan di SD Inpres Kalampa, SMP Negeri 2 Takalar, dan SMA Negeri 1 Takalar.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah pada 2011, ia melanjutkan Pendidikan Bintara Polri pada 2013.
Penempatan pertamanya berada di Satuan Brimob Polda Sulsel. Selama sekitar 11 tahun, ia bertugas di lingkungan Brimob hingga 2024.
Disiplin dan pengalaman selama bertugas menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk dirinya sebagai anggota kepolisian.
Di tengah masa pengabdian itu, Syamsuddin menyelesaikan pendidikan S1 Ilmu Hukum di Kampus UIT pada 2017 dan meraih gelar Sarjana Hukum.
Pada 2024, ia berpindah tugas dari Satuan Brimob ke Spripim Polda Sulsel. Di sana ia menjalankan tugas hingga 2026, termasuk mendukung berbagai kegiatan kedinasan dan tugas pimpinan.
Tahun ini menjadi babak baru. Syamsuddin menyelesaikan Pendidikan Perwira Polri dan menyandang pangkat Inspektur Polisi Dua atau IPDA.
Ia kemudian ditempatkan sebagai perwira Polri di jajaran Polda Sulsel, Polres Takalar.
Kembali ke kampung halaman menjadi kebahagiaan tersendiri.
“Kembali ke Takalar, tidak terlalu jauh ke Makassar, bisa bolak-balik pulang pergi,” katanya.
Gagal di Masa Lalu, Memimpin di Masa Kini
Kisah Syamsuddin menunjukkan bahwa kegagalan tidak selalu menjadi penutup sebuah perjalanan.
Dua kali namanya gagal masuk daftar Paskibraka ketika SMA. Ia bahkan sempat meninggalkan keinginan itu setelah memilih fokus menghadapi ujian akhir.
Belasan tahun kemudian, ia kembali ke lapangan. Kali ini bukan untuk mengikuti seleksi, melainkan memimpin mereka yang terpilih.
Pada malam ramah tamah HUT ke-81 RI di Tribun Lapangan H. Makkatang Daeng Sibali, Senin malam sekitar pukul 22.00 Wita, Syamsuddin menyampaikan prinsip yang menjadi pegangan dalam menjalankan pengabdiannya.
“Mengabdi dengan integritas, bertugas dengan profesionalisme, dan melayani dengan sepenuh hati,” demikian motto yang ia pegang.
Dari dua kegagalan di masa SMA hingga menjadi komandan pasukan pengibar pada peringatan kemerdekaan, perjalanan Syamsuddin seperti menemukan lingkaran yang lengkap.
Dulu ia berharap menjadi bagian dari barisan Paskibraka. Kini, ia justru berdiri di depan barisan itu.
Bukan sebagai peserta.
Sebagai komandan.
Profil Singkat IPDA Syamsuddin H, S.H.
Nama: Syamsuddin H, S.H.
Tempat/Tanggal Lahir: Pattallassang, 17 Januari 1994
Pangkat: IPDA (Inspektur Polisi Dua)
Institusi: Kepolisian Negara Republik Indonesia
Pendidikan: SD Inpres Kalampa, SMP Negeri 2 Takalar, SMA Negeri 1 Takalar, S1 Ilmu Hukum Kampus UIT, Pendidikan Bintara Polri, Pendidikan Perwira Polri
Riwayat Dinas: Satuan Brimob Polda Sulsel (2013–2024), Spripim Polda Sulsel (2024–2026), serta perwira Polri di jajaran Polda Sulsel, Polres Takalar sejak 2026. (*)












