TAKALAR, TITIK-FAKTA.COM – Kemerdekaan Indonesia tidak lahir dari ruang yang sunyi. Ia dibangun dari perjuangan, pengorbanan, dan keberanian mereka yang gugur di medan pertempuran. Pesan itu kembali ditegaskan dalam Upacara Ziarah Nasional memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Taman Makam Pahlawan (TMP) Polongbangkeng, Takalar, Senin, (17/08/2026).
Upacara yang digelar Kodim 1426/Takalar tersebut dipimpin Dandim 1426/Takalar Letkol Inf Anton Timotius Milala, S.E., M.I.P., sebagai Inspektur Upacara. Sekitar 100 peserta dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan ASN mengikuti prosesi penghormatan kepada para pahlawan di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang.
Komandan Upacara dijabat Kapten Inf Nasrun, Danramil 1426-07/Pattallassang, sedangkan Perwira Upacara dipercayakan kepada Kapten Inf Nur Alam, Pasipers Kodim 1426/Takalar.
Sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Takalar turut hadir. Di antaranya Bupati Takalar Ir. H. Muhammad Firdaus Dg. Manye, M.M., Wakil Bupati Takalar Dr. H. Hengky Yasin, S.Sos., M.M., Wakil Ketua I DPRD Takalar Fadel Achmad, Kapolres Takalar AKBP Ginanjar Fitriadi, S.H., S.I.K., M.H., Sekda Takalar Dr. H. Muhammad Hasbi, S.STP., M.AP., M.I.Kom., Kajari Takalar Syamsurezky, S.H., M.H., serta Kalapas Kelas IIB Takalar Andi Gunawan, A.Md.IP., S.H., M.Si.
Pasukan upacara terdiri atas satu peleton gabungan perwira Kodim 1426/Takalar dan Polres Takalar, dua SST Kodim 1426/Takalar, dua SST Polres Takalar, serta satu SST ASN Pemerintah Kabupaten Takalar.
Hening di Makam Pahlawan
Prosesi berlangsung khidmat. Upacara diawali laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara, kemudian dilanjutkan penghormatan kepada arwah para pahlawan dan mengheningkan cipta.
Anton selanjutnya meletakkan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang telah gugur dalam perjuangan. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa dan penghormatan terakhir.
Setelah upacara selesai, seluruh peserta mengikuti tabur bunga di makam para pahlawan.
Bagi Dandim Takalar, ziarah nasional bukan sekadar agenda rutin setiap peringatan kemerdekaan. Ada pesan sejarah yang perlu terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Ziarah ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kemerdekaan yang kita nikmati saat ini diperoleh melalui perjuangan, pengorbanan dan jasa para pahlawan. Semangat juang dan nilai-nilai kepahlawanan tersebut harus terus kita teladani dalam mengisi kemerdekaan,” ujar Anton.
Menurut dia, mengenang jasa pahlawan harus diterjemahkan ke dalam tindakan nyata. Persatuan, nasionalisme, dan kontribusi bagi pembangunan menjadi bentuk penghormatan yang relevan di masa kini.
Pesan itu terutama ditujukan kepada generasi muda agar tidak melihat kemerdekaan hanya sebagai perayaan tahunan. Kemerdekaan, kata dia, juga membawa tanggung jawab untuk menjaga bangsa dan mengisinya dengan karya.
Ziarah di TMP Polongbangkeng pun menjadi ruang untuk kembali menengok sejarah. Di tengah perayaan HUT ke-81 RI, para peserta diajak mengingat bahwa bendera yang berkibar hari ini berdiri di atas pengorbanan para pendahulu.
Kemerdekaan dirayakan hari ini, tetapi penghormatan kepada mereka yang memperjuangkannya harus terus hidup setiap hari.
(Red)












