Pekerja dari Gowa Diduga Dominasi Dapur MBG PT Sinar Jaya Reski, Warga Takalar Minta Evaluasi

TAKALAR, TITIKFAKTA.COM – Sorotan terhadap operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola PT Sinar Jaya Reski kembali menguat. Setelah sebelumnya muncul dugaan siswa SMP Negeri 2 Takalar mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan MBG, kini perhatian warga beralih pada pola perekrutan tenaga kerja di dapur tersebut.

Warga mempertanyakan dugaan dominasi pekerja dari luar Kabupaten Takalar. Mereka menilai keberadaan dapur MBG semestinya tidak hanya berorientasi pada penyediaan makanan bergizi bagi siswa, tetapi juga memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat di sekitar lokasi operasional.

Sejumlah warga menyebut tenaga kerja yang beraktivitas di dapur MBG Sombalabella 1 diduga lebih banyak berasal dari luar daerah, termasuk dari Kabupaten Gowa.

“Ini sudah tidak wajar. Perusahaan berdiri di tanah Takalar, tapi anak Takalar sendiri tidak dapat tempat. Dapurnya saja didominasi pekerja nonlokal. Bagaimana mau bilang memberdayakan?” ujar seorang warga, Rabu, (2/09/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pihak terkait, terutama jika program MBG diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.

Warga juga menyebut sejumlah nama yang diduga tercatat sebagai pekerja dan berdomisili di Bontorikong, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa. Nama-nama yang disebut ialah Haskaryanti, Haskarmila, dan Syarifuddin Daeng Lawa.

Namun, informasi mengenai status pekerjaan dan domisili ketiga nama tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pengelola dapur MBG PT Sinar Jaya Reski.

Sorotan mengenai tenaga kerja ini menambah daftar pertanyaan publik terhadap operasional dapur MBG Sombalabella 1. Sebelumnya, dapur tersebut juga menjadi perhatian setelah muncul dugaan keluhan kesehatan yang dialami sejumlah siswa dan guru SMP Negeri 2 Takalar setelah mengonsumsi makanan program MBG.

Karena itu, warga meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap operasional dapur, mulai dari standar pengolahan makanan hingga kebijakan perekrutan tenaga kerja.

Bagi masyarakat, program MBG bukan sekadar persoalan distribusi makanan. Program tersebut juga diharapkan membuka ruang bagi warga lokal untuk memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas yang berlangsung di daerah mereka.

Hingga berita ini ditulis, pihak pengelola dapur MBG PT Sinar Jaya Reski belum memberikan tanggapan mengenai dugaan dominasi pekerja dari luar daerah maupun permintaan warga agar tenaga kerja lokal lebih diprioritaskan.

(Red/Muh Ramli JAGUAR)

Gambar