TAKALAR, TITIK-FAKTA.COM – Pemerintah Kabupaten Takalar bersama aparat penegak hukum memperketat pengawasan terhadap proyek revitalisasi sekolah. Tim gabungan dari Kejaksaan Negeri Takalar, Polres Takalar, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan meninjau sejumlah sekolah penerima program revitalisasi pada Jumat, (31/07/2026).
Enam sekolah yang menjadi sasaran pemantauan yakni SDN 12 Patte’ne, SDN 14 Mallaka, SMPN 5 Mangarabombang, SDN 60 Bontoparang, SMPN Satap Punaga, dan SMPN 1 Sanrobone.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar, Dody Ryan Saputra, mengatakan pengawalan lintas instansi dilakukan sejak proses pekerjaan berlangsung. Menurut dia, langkah tersebut bukan hanya untuk mengawasi proyek, tetapi juga sebagai upaya mencegah potensi pelanggaran sejak awal.
“Tujuannya untuk pencegahan sejak dini. Dengan adanya pengawalan revitalisasi, kami bisa memitigasi risiko pelanggaran sehingga kegiatan diharapkan tepat waktu dan tepat mutu melalui pengawasan yang objektif,” kata Dody kepada wartawan.
Ia mengatakan keterlibatan aparat penegak hukum diharapkan dapat memastikan bantuan pemerintah pusat tersebut dikerjakan sesuai ketentuan, tepat sasaran, serta tidak menimbulkan persoalan dalam penggunaan anggaran.
Pengawasan juga diarahkan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai jadwal hingga proyek selesai dan fasilitas yang dibangun memenuhi standar yang ditetapkan.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Takalar, Mursalim, mengatakan pemantauan tersebut merupakan bentuk sinergi pemerintah daerah dengan aparat penegak hukum dalam menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
“Pengawalan proyek revitalisasi oleh tim dari Kejari dan Polres Takalar bertujuan memastikan proses pembangunan berjalan sesuai ketentuan hukum,” ujar Mursalim saat mendampingi tim melakukan peninjauan.
Menurut Mursalim, pengawasan sejak tahap awal penting untuk mengantisipasi persoalan dalam pelaksanaan pekerjaan. Selain aspek kepatuhan terhadap aturan, kualitas pembangunan dan ketepatan waktu juga menjadi perhatian.
Ia berharap revitalisasi sekolah tidak sekadar menghasilkan bangunan yang selesai dikerjakan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi siswa dan tenaga pendidik.
“Pengawasan sejak awal diharapkan dapat menjamin pembangunan selesai tepat waktu, memenuhi standar kualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi siswa,” katanya.
Sekolah Membenarkan Pemantauan
Sejumlah kepala sekolah penerima program revitalisasi membenarkan adanya kunjungan tim gabungan tersebut.
Kepala SMPN 1 Sanrobone, Ibrahim, mengatakan tim telah melakukan pemantauan terhadap perkembangan pekerjaan di sekolahnya.
“Iya, tim sudah selesai memantau dari sekolah,” ujar Ibrahim.
Kepala SMPN 5 Mangarabombang juga membenarkan pemantauan yang dilakukan Kejaksaan, Polres, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Takalar.
“Iye, tim dari kejaksaan, Polres, dan Diknas Pendidikan juga tadi memantau progres pekerjaan revitalisasi di sekolah kami,” ujarnya.
Pemantauan tersebut diharapkan menjadi bagian dari mekanisme pencegahan agar pelaksanaan program revitalisasi berjalan sesuai aturan. Pemerintah daerah juga memastikan anggaran yang dikucurkan untuk sektor pendidikan benar-benar menghasilkan peningkatan kualitas fasilitas sekolah.
Dengan pengawasan sejak awal, revitalisasi diharapkan dapat menghadirkan ruang belajar dan sarana pendukung yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi siswa sekaligus mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Takalar. (*)












