Kampung Nelayan Merah Putih Mulai Dibangun di Takalar, Daeng Manye: Bukan Sekadar Kawasan Baru

TAKALAR, TITIK-FAKTA.COM – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Takalar resmi dimulai. Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye meletakkan batu pertama pembangunan KNMP di Dusun Lamangkia, Desa Topejawa, Kecamatan Mangarabombang, Minggu, (16/08/2026).

Peletakan batu pertama itu menjadi penanda dimulainya pembangunan kawasan yang diarahkan untuk memperkuat kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. Puluhan warga sekitar hadir menyaksikan prosesi tersebut.

Takalar menyiapkan empat lokasi untuk pembangunan KNMP. Selain Desa Topejawa, kawasan serupa akan dibangun di Desa Boddia, Kecamatan Galesong, Desa Sampulungan, Kecamatan Galesong Utara, serta Desa Bontokanang, Kecamatan Galesong Selatan.

Keempat lokasi tersebut menjadi bagian dari program Kampung Nelayan Merah Putih yang diharapkan tidak hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga memperkuat aktivitas produksi, pengolahan hasil tangkapan, hingga peningkatan pendapatan masyarakat nelayan.

Daeng Manye hadir langsung dalam prosesi tersebut. Mengenakan rompi oranye dan helm putih, dia melakukan peletakan batu pertama secara simbolis di lokasi pembangunan.

Hadir pula Camat Mangarabombang Mappaturung yang mengenakan seragam Pramuka lengkap, Kepala Dinas Perikanan Takalar Nasruddin A, Kepala Desa Topejawa Arman Siantang, serta masyarakat sekitar.

Daeng Manye menegaskan, pembangunan KNMP tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata. Pemerintah daerah, kata dia, ingin kawasan tersebut benar-benar memberi dampak terhadap kehidupan masyarakat pesisir.

“Yang kita bangun bukan sekadar kawasan baru, tetapi tempat nelayan bisa bekerja lebih tertata, mengolah hasil tangkapan dan meningkatkan pendapatan keluarganya,” kata Daeng Manye.

Menurut dia, KNMP harus terhubung dengan kebutuhan nelayan dari hulu hingga hilir. Aktivitas produksi, penyimpanan, pengolahan, dan pengelolaan hasil perikanan perlu menjadi bagian dari ekosistem kawasan tersebut.

Karena itu, Daeng Manye berharap masyarakat ikut menjaga sekaligus memanfaatkan fasilitas yang nantinya tersedia. Keberadaan KNMP, menurut dia, harus memberikan manfaat dalam jangka panjang, bukan sekadar menjadi proyek pembangunan kawasan.

Bagi warga Topejawa, dimulainya pembangunan KNMP menjadi kabar yang telah lama dinantikan. Sebagian masyarakat di kawasan tersebut menggantungkan penghasilan dari aktivitas pesisir dan hasil laut.

Idris, 32 tahun, salah seorang warga, mengatakan masyarakat membutuhkan fasilitas yang benar-benar mendukung pekerjaan nelayan.

“Kami berharap setelah dibangun, tempat ini benar-benar bisa dipakai nelayan, terutama untuk menyimpan dan mengolah hasil tangkapan supaya tidak cepat rusak,” ujar Idris.

Dia juga berharap masyarakat lokal dilibatkan dalam pengelolaan fasilitas setelah pembangunan rampung. Menurut dia, keterlibatan warga penting agar KNMP tidak hanya menjadi bangunan baru, tetapi berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Idris berharap keberadaan kawasan tersebut juga membuka peluang usaha baru yang berkaitan dengan hasil laut dan kebutuhan nelayan.

Peletakan batu pertama di Topejawa menjadi langkah awal pembangunan empat Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Takalar. Pemerintah daerah berharap program tersebut mampu memperkuat kawasan pesisir sekaligus membuka ruang baru bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat nelayan. (*)

Gambar