Digitalisasi PDAM Takalar Melejit, Traffic Layanan Naik 3 Kali Lipat Catat 68.311 Transaksi Cashless

TAKALAR, TITIKFAKTA.COMTransformasi digital di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Takalar mulai menunjukkan hasil terukur. Dalam setahun berkolaborasi dengan MKP, sebanyak 68.311 transaksi pembayaran tercatat dilakukan secara cashless.

Capaian itu berjalan beriringan dengan peningkatan traffic layanan yang disebut mencapai tiga kali lipat setelah kanal pembayaran digital diperluas.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Panrannuangku Kabupaten Takalar, Arianto, S.Pd., mengatakan digitalisasi dilakukan untuk menghadirkan layanan yang lebih mudah dan fleksibel bagi pelanggan.

“Digitalisasi yang kami lakukan bukan hanya soal mengubah pembayaran dari tunai menjadi non-tunai. Yang paling penting adalah bagaimana pelanggan mendapatkan kemudahan, memiliki lebih banyak pilihan kanal pembayaran, dan bisa mengakses layanan sesuai kebutuhannya,” kata Arianto, Kamis (27/8/2026).

Menurut dia, capaian 68.311 transaksi cashless dalam satu tahun menjadi indikator bahwa masyarakat mulai beradaptasi dengan layanan pembayaran digital yang disediakan PDAM Takalar.

“Angka 68.311 transaksi ini bagi kami merupakan capaian yang penting. Ini menunjukkan bahwa kanal digital mulai digunakan dan diterima oleh masyarakat. Kami tentu akan terus mengevaluasi dan mengembangkan layanan agar semakin mudah digunakan pelanggan,” ujarnya.

Salah satu faktor yang menopang capaian tersebut adalah fleksibilitas sistem pembayaran satu tagihan melalui berbagai kanal. Pelanggan tidak harus bergantung pada satu metode transaksi.

Pembayaran dapat dilakukan melalui website, biller e-commerce, mobile banking, petugas lapangan, hingga loket fisik. Pilihan tersebut memungkinkan pelanggan menyesuaikan cara pembayaran dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Arianto menilai keberagaman kanal pembayaran menjadi bagian penting dalam proses transformasi layanan.

“Kami tidak ingin digitalisasi justru membuat pelanggan kesulitan. Karena itu, pilihan kanal pembayaran kami buat beragam. Ada yang nyaman menggunakan mobile banking atau e-commerce, ada juga pelanggan yang masih memilih membayar melalui petugas maupun loket. Semua tetap kami layani,” katanya.

Peningkatan traffic layanan hingga tiga kali lipat turut menunjukkan bertambahnya aktivitas masyarakat dalam memanfaatkan kanal pembayaran yang tersedia. Digitalisasi dengan demikian tidak berhenti pada penyediaan teknologi, tetapi mulai terlihat dalam perilaku transaksi pelanggan.

“Traffic layanan yang meningkat hingga tiga kali lipat menjadi sinyal positif bagi kami. Artinya, masyarakat semakin aktif memanfaatkan kanal layanan yang tersedia. Ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” tutur Arianto.

Sebanyak 68.311 transaksi cashless dalam satu tahun menjadi salah satu indikator bahwa layanan digital mulai mendapat tempat dalam sistem pelayanan PDAM Takalar.

Perubahan itu juga menunjukkan bahwa transformasi digital pada layanan publik tidak selalu harus ditandai dengan teknologi yang rumit. Kemudahan akses, banyaknya pilihan kanal, dan fleksibilitas transaksi justru menjadi bagian penting yang dirasakan langsung masyarakat.

Ke depan, capaian tersebut menjadi modal bagi PDAM Takalar untuk memperkuat ekosistem layanan digital. Perluasan kanal pembayaran dan peningkatan kualitas layanan diharapkan membuat pembayaran tagihan air semakin cepat, fleksibel, dan mudah dijangkau pelanggan.

“Kami ingin transformasi digital ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Ke depan, kami akan terus memperluas akses dan memperbaiki kualitas layanan, sehingga pelanggan bisa mendapatkan pelayanan yang semakin cepat, mudah, dan nyaman,” ujar Arianto.

Di Takalar, digitalisasi kini tak lagi sebatas slogan. Angkanya mulai terlihat: 68.311 transaksi cashless dan traffic layanan yang melonjak hingga tiga kali lipat dalam setahun.

(Red/Puang Fathir)

Gambar