Dari Perbatasan hingga Lapangan Upacara, Sersan Mayor T. Tabang di Balik Sukses Paskibraka Takalar

Putra Palopo Jadi Pelatih Paskibraka Takalar 2026, Sersan Mayor T. Tabang Bawa Pengalaman Tugas di Perbatasan.

TAKALAR, TITIK-FAKTA.COM – Di balik sempurnanya pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Takalar, terdapat kerja panjang para pelatih yang menyiapkan anggota Paskibraka.

Salah satunya adalah Sersan Mayor T. Tabang, prajurit TNI Angkatan Darat kelahiran Palopo, 17 November 1985. Tahun ini, ia dipercaya menjadi pelatih Paskibraka Kabupaten Takalar 2026.

Bagi T. Tabang, tugas tersebut bukan sekadar seremoni tahunan. Kepercayaan dari pimpinan menjadi amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Kami diberikan kepercayaan untuk melatih Paskibraka Kabupaten Takalar oleh pimpinan kami. Kepercayaan itu telah kami buktikan kepada seluruh pimpinan dan masyarakat Kabupaten Takalar,” ujar T. Tabang.

Dari Yonif 726/Tamalatea ke Medan Penugasan

Perjalanan pengabdian T. Tabang sebagai prajurit dimulai setelah ia menyelesaikan pendidikan Secaba PK TNI AD Tahun Anggaran 2008.

Ia kemudian mengawali penugasan di Yonif 726/Tamalatea.

Pengalaman militernya bertambah ketika ia mendapat penugasan di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Ia juga pernah terlibat dalam penugasan pengamanan daerah rawan di Maluku.

Berbagai pengalaman tersebut menempa kedisiplinan dan ketangguhannya. Bekal itulah yang kemudian ia bawa ketika dipercaya menjadi bagian dari tim pembinaan Paskibraka Kabupaten Takalar.

Saat ini, T. Tabang bertugas di Kodim 1426/Takalar sebagai Bintara Pelatih Staf Operasi Kodim 1426/Takalar.

Sang Merah Putih Berkibar Tanpa Hambatan

Bagi T. Tabang, ukuran keberhasilan seorang pelatih bukan hanya terlihat dari proses latihan, tetapi juga ketika seluruh rangkaian tugas dapat dilaksanakan dengan baik.

Ia bersyukur proses pengibaran hingga penurunan Sang Merah Putih pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI berlangsung lancar.

“Berkibarnya Sang Merah Putih di pagi hari yang cerah dan kami turunkan pada sore hari yang tenang, tanpa ada halangan dan hambatan,” katanya.

Menurut dia, seluruh rangkaian pelaksanaan tugas berjalan sesuai dengan rencana dan harapan.

Namun T. Tabang tidak ingin keberhasilan tersebut hanya dikaitkan dengan kerja para pelatih. Ia memberikan apresiasi kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah menjalani latihan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab.

“Keberhasilan ini bukan hanya hasil kerja para pelatih, tetapi juga buah dari kedisiplinan dan kekompakan seluruh anggota,” ujarnya.

Bangga Membina Generasi Muda

Menjadi pelatih Paskibraka memberikan pengalaman tersendiri bagi T. Tabang. Di tengah tugasnya sebagai prajurit TNI AD, ia mendapat kesempatan membina generasi muda Takalar untuk menjalankan salah satu tugas penting dalam upacara kemerdekaan.

Ia mengaku bangga dapat mengambil bagian dalam momentum nasional tersebut.

“Ibu Pertiwi memanggil kita. Yakini Tuhan bersama kita,” ucapnya.

T. Tabang berharap semangat yang ditunjukkan para anggota Paskibraka selama menjalani latihan tidak berhenti setelah upacara selesai.

Menurut dia, kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, dan semangat pantang menyerah yang diperoleh selama proses pembinaan harus menjadi bekal bagi para anggota Paskibraka dalam kehidupan sehari-hari.

Ayah Dua Anak

Di balik sosok prajurit yang tegas di lapangan, T. Tabang juga menjalankan peran sebagai kepala keluarga.

Ia merupakan ayah dari dua anak, masing-masing seorang putra dan seorang putri. Ia menikah dengan Herawati Hamsah, Amd.Kep.

Bagi prajurit kelahiran Palopo tersebut, pengalaman menjadi pelatih Paskibraka Takalar 2026 merupakan bagian dari perjalanan pengabdiannya.

Dari pengalaman bertugas di satuan, menjalani penugasan di wilayah perbatasan hingga daerah rawan, kini ia mendapat amanah membentuk generasi muda yang dipercaya membawa simbol kehormatan bangsa dalam upacara kemerdekaan.

“Putra Palopo bangga jadi pelatih Paskibraka di Takalar,” tuturnya.

(Red/Liong)

Gambar