TAKALAR, TITIK–FAKTA.COM – Pemerintah Kabupaten Takalar mulai menjajaki peluang investasi infrastruktur kendaraan listrik. Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye bertemu dengan CEO V-Green Indonesia Mai Truong Giang untuk membahas rencana ekspansi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL) di Takalar.
Pertemuan bisnis sekaligus silaturahmi itu berlangsung di RM Apong Seafood, Jalan Boulevard Nomor 52, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Rabu malam, (26/08/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Daeng Manye dan Mai Truong Giang membahas peluang penyediaan serta pembangunan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di Kabupaten Takalar.
“Malam ini kami melakukan pertemuan bisnis sekaligus silaturahmi dengan CEO V-Green Indonesia,” kata Daeng Manye.
Menurut Daeng Manye, V-Green merupakan perusahaan asal Vietnam yang bergerak di bidang penyediaan infrastruktur pengisian kendaraan listrik. Di Indonesia, perusahaan tersebut beroperasi melalui PT VGREEN GLOBAL CHARGING STATION INVESTMENT INDONESIA.
V-Green tengah melakukan ekspansi bisnis di Indonesia dan melihat sejumlah daerah sebagai lokasi pengembangan usaha, termasuk Kabupaten Takalar.
“Perusahaan asal Vietnam ini bergerak di bidang penyediaan SPKL atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik dan berencana melakukan ekspansi bisnisnya di Indonesia, termasuk di Kabupaten Takalar,” ujarnya.
Bagi Pemerintah Kabupaten Takalar, penjajakan tersebut membuka peluang menghadirkan infrastruktur kendaraan listrik sekaligus menarik investasi baru ke daerah.
Pengembangan SPKL dinilai relevan dengan pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik yang membutuhkan dukungan infrastruktur pengisian daya. Kehadiran fasilitas tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kesiapan Takalar menghadapi perubahan menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Daeng Manye mengatakan pembangunan infrastruktur kendaraan listrik tidak hanya berkaitan dengan transportasi. Investasi tersebut berpotensi memberi efek ekonomi apabila berkembang menjadi bagian dari ekosistem bisnis baru di Takalar.
Pemerintah Kabupaten Takalar pun membuka ruang kolaborasi dengan V-Green untuk melihat kemungkinan pengembangan fasilitas pengisian kendaraan listrik di sejumlah titik yang potensial.
Kerja sama itu diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama seiring meningkatnya minat terhadap kendaraan berbasis listrik.
Daeng Manye menegaskan pemerintah daerah akan terus mendorong investasi yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan pembangunan dan perkembangan teknologi.
Menurut dia, kesiapan infrastruktur menjadi salah satu aspek penting agar daerah tidak tertinggal dalam menghadapi perubahan teknologi transportasi.
Meski demikian, pembahasan dengan V-Green masih berada pada tahap penjajakan. Belum ada kesepakatan final mengenai lokasi maupun nilai investasi pembangunan SPKL di Takalar.
Jika pembahasan berlanjut, Pemerintah Kabupaten Takalar akan memfasilitasi proses yang diperlukan sesuai kewenangan pemerintah daerah dan ketentuan investasi yang berlaku.
Penjajakan dengan V-Green menjadi salah satu langkah awal Takalar untuk membuka peluang investasi baru sekaligus menyiapkan infrastruktur menghadapi era kendaraan listrik.
(Red/Liong)












