Botol dan Galon Bekas Disulap Jadi Tapak Tenda, Kreativitas Siswa SDN 112 Bontomanai Curi Perhatian Camat

TAKALAR, TITIK-FAKTA.COM – Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan ajang Lomba Tingkat 2 di Lapangan Sepak Bola Mangadu (15-18 Agustus 2026) menjadi momentum bagi UPT SD Negeri 112 Inpres Bontomanai untuk menunjukkan komitmen nyata dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Dengan penuh inovasi, para peserta didik yang tergabung dalam Regu Pramuka berhasil memukau para juri dan seluruh pengunjung perkemahan melalui keunikan tapak tenda mereka. Di bawah bimbingan langsung Bapak Muh. Fajar Ramadhan Has, S.Pd., Gr. dan Bapak Baharuddin, S.Pd. (selaku guru PJOK sekaligus Pembina Pramuka), para siswa berhasil mengubah sampah dan barang-barang bekas menjadi instalasi yang fungsional, estetik, dan sarat akan edukasi lingkungan, Rabu(26/8/2026).

Kreativitas Tanpa Batas: Dari Pagar Botol hingga Tempat Sampah Pilah Lengkap dengan Sampah B3
Alih-alih menggunakan dekorasi mahal, mereka justru memanfaatkan tumpukan botol plastik bekas air mineral yang disusun rapi sebagai pagar pembatas tapak tenda, dicat dengan warna-warni merah dan putih yang membangkitkan nuansa kemerdekaan.

Inovasi paling menonjol adalah pembuatan Tempat Sampah Pilah dari galon air raksasa bekas yang dipotong, dilapisi kawat ram, dan dicat cerah. Tidak tanggung-tanggung, sistem pemilahan ini sangat lengkap dan edukatif. Terdapat tempat sampah khusus Sampah Anorganik, Sampah Organik, Sampah Kertas, dan yang paling penting serta menjadi nilai plus adalah adanya tempat sampah khusus Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dengan penanda merah.

Sampah B3 di lingkungan sekolah seperti kemasan pestisida, botol obat, atau baterai bekas, seringkali terabaikan dan tercampur. Dengan adanya pemilahan ini, para siswa diajarkan sejak dini bahwa limbah tertentu memerlukan penanganan khusus agar tidak mencemari tanah dan air.

Mengundang Decak Kagum dan Perhatian Khusus Bu Camat
Konsep “Go Green” yang diusung oleh SDN 112 Inpres Bontomanai ini berhasil memancing perhatian langsung Ibu Camat Mangarabombang. Saat melakukan peninjauan tenda, beliau mengapresiasi tinggi kepedulian para guru dan siswa.

“Ini adalah contoh nyata bagaimana pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan bisa ditanamkan. Bukan hanya teori di kelas, tapi dipraktikkan dengan hasil karya yang luar biasa. Adanya pemilahan khusus sampah B3 menunjukkan bahwa sekolah ini sangat serius dan paham betul tentang bahaya limbah kimia. Ini nilai plus dan pelajaran berharga bagi kita semua,” ujar beliau.

Ketertarikan juri dan Bu Camat ini menjadi angin segar. Mereka menilai bahwa hal inilah yang menjadi pembeda dan poin tertinggi dalam penilaian Tapak Tenda Lomba Tingkat 2. Panitia menilai bahwa selain kerapian dan kekompakan, kontribusi nyata terhadap pengelolaan limbah sampah, termasuk penanganan limbah berbahaya, merupakan kriteria penting yang mencerminkan generasi penerus yang cerdas, kritis, dan peduli lingkungan.

Pesan Persuasif untuk Generasi Penerus
Bapak Muh. Fajar Ramadhan Has, S.Pd., Gr. menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini bukan semata-mata untuk menang dalam lomba, melainkan untuk membangun ekosistem sekolah yang bersih, sehat, dan aman.

“Kami ingin menanamkan bahwa sampah bukanlah musuh, melainkan sumber daya yang bisa diolah. Namun, kami juga ingin anak-anak paham bahwa ada jenis sampah yang tidak bisa dibuang sembarangan, yaitu Sampah B3. Dengan memanfaatkan barang bekas dan memilahnya dengan benar, anak-anak belajar tentang tanggung jawab, kreativitas, dan cinta lingkungan. Semoga ini menjadi awal yang baik, bukan hanya untuk lomba, tapi untuk kebiasaan hidup sehari-hari di rumah dan di sekolah,” jelasnya.

Prestasi UPT SD Negeri 112 Inpres Bontomanai dalam Lomba Tingkat 2 tahun 2026 ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya. Momen puncak peringatan HUT RI ke-81 ini membuktikan bahwa kemerdekaan juga berarti kebebasan untuk berinovasi demi menjaga kelestarian bumi untuk generasi yang akan datang.

(Muh/Ramli JAGUAR)

Gambar