TAKALAR, TITIK-FAKTA.COM – Anggota Komisi I DPR RI, Achmad Daeng Se’re, kembali turun ke lapangan dalam rangka pelaksanaan reses Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026. Kali ini, agenda reses berlangsung di Markas Kodim 1426/Takalar, Minggu (2/08/2026).
Kunjungan tersebut menjadi ruang bagi legislator untuk menyerap langsung aspirasi jajaran TNI di daerah. Berbagai masukan, kebutuhan, serta tantangan yang dihadapi prajurit dalam menjalankan tugas menjadi bagian dari agenda pertemuan.
Achmad mengatakan reses bukan sekadar agenda rutin kedewanan. Menurut dia, turun langsung ke satuan kerja penting untuk mendapatkan gambaran nyata mengenai kondisi prajurit sekaligus memastikan aspirasi mereka dapat dibawa ke tingkat pembahasan di DPR RI.
“Reses ini menjadi momentum penting bagi saya untuk turun langsung menyerap berbagai aspirasi, mendengarkan masukan, serta memahami secara dekat tantangan yang dihadapi oleh jajaran di lapangan,” kata Achmad Daeng Se’re.
Sebagai anggota Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika, Ahmad menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kepentingan dan kesejahteraan prajurit.
Menurut dia, tugas menjaga kedaulatan negara menuntut pengabdian yang besar dari para prajurit. Karena itu, perhatian negara terhadap kesejahteraan mereka dinilai harus berjalan beriringan dengan tuntutan profesionalisme dan kesiapan menjalankan tugas.
“Kami di Komisi I DPR RI terus berkomitmen penuh untuk mengawal dan memperjuangkan kesejahteraan para prajurit,” ujarnya.
Ia mengatakan dedikasi prajurit dalam menjaga keamanan dan kedaulatan bangsa merupakan bentuk pengabdian yang tidak ringan. Dukungan negara, kata dia, harus hadir melalui kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan prajurit dan keluarganya.
“Dedikasi dan pengabdian luar biasa para prajurit dalam menjaga kedaulatan bangsa sudah sepatutnya diimbangi dengan perhatian serta dukungan terbaik dari negara,” kata Achmad.
Melalui agenda reses tersebut, Ahmad berharap aspirasi yang dihimpun dari Kodim 1426/Takalar dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan dalam menjalankan fungsi pengawasan dan legislasi di DPR RI.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara wakil rakyat dan jajaran TNI agar kebijakan yang dirumuskan di tingkat pusat tidak terlepas dari kebutuhan nyata di lapangan.
Reses menjadi salah satu jalur bagi anggota DPR untuk memastikan suara dari daerah tidak berhenti di ruang pertemuan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi bahan perjuangan dalam kebijakan nasional. (*)












