GOWA, TITIK-FAKTA.COM – Putra Mahkota Kesultanan Gowa, Andi Muhammad Imam Daeng Situju, memimpin Apel Gelar Pasukan Kesultanan Gowa di Museum Balla Lompoa, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sabtu, (1/08/2026).
Apel tersebut menjadi momentum konsolidasi keluarga besar Kesultanan Gowa sekaligus menyampaikan sikap resmi terkait keberadaan Peraturan Daerah Kabupaten Gowa Nomor 5 Tahun 2016 tentang Lembaga Adat Daerah (LAD).
Dalam pidatonya, Andi Muhammad Imam menegaskan bahwa konsolidasi tersebut tidak dimaksudkan untuk membangun permusuhan ataupun membawa Kesultanan Gowa ke ranah politik praktis.
“Hari ini kita berdiri sebagai penjaga sejarah, penjaga budaya, dan penjaga marwah Kesultanan Gowa. Perjuangan yang kita lakukan bukan untuk kekuasaan, tetapi untuk memperoleh pengakuan dan penghormatan terhadap hak-hak adat yang dijamin oleh konstitusi,” kata Andi Muhammad Imam.
Menurut dia, Kesultanan Gowa merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah Indonesia. Sejumlah tokoh dan pejuang lahir dari lingkungan Kesultanan Gowa sehingga keberadaan masyarakat hukum adat, kata dia, semestinya mendapatkan pengakuan sesuai amanat konstitusi.
Ia juga meminta seluruh peserta apel menjaga sikap selama rangkaian perjuangan terkait persoalan adat tersebut.
“Tunjukkan kepada dunia bahwa pasukan Kesultanan Gowa adalah pasukan yang beradab, bermartabat, dan menjunjung tinggi hukum. Mari kita satukan tekad untuk mengembalikan marwah adat Gowa melalui jalan yang terhormat dan konstitusional,” ujarnya.
Usai apel, Andi Muhammad Imam menyerahkan mandat kepada Wawan Nur Rewa sebagai Jenderal Lapangan untuk memimpin aksi yang menuntut pencabutan Perda tentang Lembaga Adat Daerah.
Wawan mengatakan aksi tersebut akan digelar pada 5–6 Agustus 2026 di Kantor DPRD Kabupaten Gowa. Massa aksi dijadwalkan melakukan long march dari Museum Balla Lompoa menuju gedung DPRD Gowa.
“Kami akan melakukan long march dari Museum Balla Lompoa menuju DPRD Kabupaten Gowa. Dalam aksi tersebut juga akan melibatkan pasukan berkuda,” kata Wawan.
Rangkaian aksi itu menjadi agenda lanjutan setelah konsolidasi yang ditandai dengan apel gelar pasukan di Museum Balla Lompoa. Pihak Kesultanan Gowa menyatakan perjuangan tersebut akan ditempuh melalui jalur yang mereka klaim konstitusional serta tetap menjunjung ketertiban dan hukum. (*)












