Rahmansyah Lantara Beberkan Arah Pembangunan Takalar, Tekankan Pentingnya Data dan Sinergi Lintas OPD

Kepala Bapperida Takalar menyebut perencanaan yang berkualitas hanya dapat terwujud melalui koordinasi, data yang terintegrasi, serta inovasi dalam mendukung visi "Takalar Maju dan Berdaya Saing melalui Ekonomi Digital".

TAKALAR, TITIK-FAKTA.COM – Kepala Badan Perencanaan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Takalar, Drs. Rahmansyah Lantara, M.Si, memaparkan arah kebijakan pembangunan daerah dalam program Talkshow Takalar Cepat Menyapa yang disiarkan dari Studio SLiBE FM, Jalan Syekh Yusuf, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Selasa (28/7/2026).

Dalam dialog yang dipandu host Nirwana tersebut, Rahmansyah menjelaskan peran strategis Bapperida sebagai motor perencanaan pembangunan daerah.

Mengawali perbincangan, Rahmansyah menceritakan perjalanan kariernya sebelum dipercaya memimpin Bapperida. Pengalaman bertugas di sejumlah organisasi perangkat daerah, termasuk Badan Keuangan dan Aset Daerah, disebutnya menjadi bekal penting dalam menjalankan amanah menyusun arah pembangunan Kabupaten Takalar secara terencana, terukur, dan berkelanjutan.

Menurut Rahmansyah, Bapperida tidak hanya bertugas menyusun dokumen perencanaan, tetapi juga mengawal pelaksanaan hingga melakukan evaluasi pembangunan. Dokumen tersebut meliputi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) untuk periode 20 tahun, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) selama lima tahun, hingga Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang disusun setiap tahun sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan.

“Di dalam tugas pokok dan fungsi kami, Bapperida membantu Bupati dalam hal perencanaan pembangunan, evaluasi dan pengendalian pembangunan, serta riset dan inovasi daerah,” ujar Rahmansyah Lantara.

Ia menjelaskan, RPJMD disusun berdasarkan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Takalar, yakni “Takalar Maju dan Berdaya Saing melalui Ekonomi Digital.” Menurutnya, konsep Takalar Maju tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan pendapatan masyarakat, kualitas pendidikan, kesehatan, serta daya saing sumber daya manusia yang mampu berkompetisi dengan daerah lain.

“Takalar Maju ditandai dengan peningkatan pendapatan masyarakat, peningkatan derajat pendidikan dan kesehatan. Sementara berdaya saing berarti kita harus menyiapkan sumber daya manusia yang unggul agar mampu bersaing dengan daerah lain,” jelasnya.

Rahmansyah mengakui proses penyusunan dokumen pembangunan tidak terlepas dari berbagai tantangan, terutama dalam menyatukan data, memperkuat koordinasi antarperangkat daerah, serta menyelaraskan berbagai regulasi. Perbedaan kecepatan penyampaian data dari masing-masing instansi masih menjadi kendala yang harus terus dibenahi.

“Dibutuhkan kerja sama, kesatuan data, koordinasi, dan sinergi. Koordinasi memang mudah diucapkan, tetapi implementasinya menghadapi berbagai latar belakang lembaga. Itu menjadi tantangan kami,” ungkapnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Bapperida terus memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah melalui berbagai forum teknis, termasuk coaching clinic, serta mendorong integrasi sistem perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, monitoring, hingga evaluasi melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

Langkah itu diharapkan mampu mewujudkan tata kelola pembangunan yang lebih efektif, akuntabel, dan selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Takalar. (*)

Gambar