TAKALAR, TITIK-FAKTA.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar memanen 34 kilogram terung dari lahan pertanian yang dikelola bersama Warga Binaan, Sabtu, (25/07/2026). Panen ini menjadi salah satu hasil program pembinaan kemandirian yang diarahkan untuk membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif.
Kegiatan pertanian tersebut melibatkan Warga Binaan sejak tahap pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen. Di bawah pendampingan petugas, mereka belajar mengelola tanaman sekaligus membangun disiplin dan etos kerja sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Subseksi Bimbingan Kerja Lapas Takalar, Rizal, mengatakan keberhasilan panen tidak semata diukur dari jumlah hasil pertanian. Menurut dia, pengalaman dan keterampilan yang diperoleh Warga Binaan jauh lebih penting untuk mendukung kehidupan mereka setelah menjalani masa pidana.
“Seluruh proses pertanian dilakukan dengan pendampingan petugas sehingga Warga Binaan memperoleh pengalaman dan keterampilan secara langsung. Kami berharap kemampuan yang mereka miliki selama mengikuti pembinaan menjadi modal untuk hidup mandiri, membuka peluang usaha, maupun bekerja secara produktif setelah kembali ke masyarakat,” ujar Rizal.
Salah seorang Warga Binaan berinisial RR mengaku senang dapat mengikuti kegiatan pertanian tersebut. Baginya, program itu memberi pengalaman baru sekaligus membuka pengetahuan tentang cara mengelola tanaman.
“Dari kegiatan ini, saya belajar cara menanam dan merawat tanaman dengan baik. Semoga ilmu yang saya dapatkan menjadi bekal untuk mencari nafkah secara halal setelah bebas nanti,” kata RR.
Kepala Lapas Takalar, Andi Gunawan, mengatakan panen 34 kilogram terung merupakan hasil dari pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Ia menilai keberhasilan program tidak hanya terlihat dari hasil panen, tetapi juga dari perubahan sikap, keterampilan, kedisiplinan, dan semangat kerja Warga Binaan.
“Panen 34 kilogram terung ini menjadi bukti program pembinaan kemandirian yang kami jalankan memberikan hasil nyata. Kami ingin Warga Binaan memiliki keterampilan bermanfaat sebagai bekal setelah bebas nanti,” tegas Andi Gunawan.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendorong kemandirian pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Lapas Takalar berencana terus mengembangkan pembinaan kemandirian di sektor pertanian dan bidang produktif lainnya. Harapannya, Warga Binaan tidak hanya menyelesaikan masa pidana, tetapi juga pulang dengan keterampilan yang dapat digunakan untuk bekerja, berusaha, dan kembali berkontribusi di tengah masyarakat. (*)












