TAKALAR, TITIK-FAKTA.COM – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Takalar menggelar sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Al Imam Al Jazary, Lingkungan Tamalate, Kelurahan Mangadu, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 09.30 hingga 11.00 Wita itu diikuti sekitar 70 santri dan santriwati yang tengah menjalani masa orientasi santri baru Tahun Ajaran 2026/2027. Sosialisasi mengangkat tema bahaya narkotika dan penyimpangan seksual sebagai bagian dari pembinaan karakter generasi muda.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Al Imam Al Jazary, H. Muhammad Humaedi Hatta, Lc., M.A., KBO Satresnarkoba Polres Takalar Ipda Abdul Salam, S.E., Kanit Bhabinkamtibmas Satbinmas Polres Takalar Aiptu Alimuddin, serta pembina pondok Muhammad Hatta Daeng Situju.
Dalam pemaparannya, Ipda Abdul Salam mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkotika tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan masa depan seseorang, mulai dari pendidikan, hubungan keluarga hingga berujung pada persoalan hukum.
Menurutnya, peredaran narkoba kerap menyasar kalangan remaja melalui lingkungan pergaulan sehingga setiap pelajar harus memiliki keberanian menolak segala bentuk ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan narkotika.
“Narkoba biasanya tidak datang dengan cara yang mencurigakan. Justru sering diawali dari lingkungan pertemanan. Sekali seseorang terjerat, dampaknya bisa panjang, mulai dari pendidikan terganggu, hubungan keluarga rusak, hingga berhadapan dengan proses hukum. Karena itu, benteng terbaik adalah keberanian mengatakan tidak sejak awal,” ujar Abdul Salam.
Ia juga mengajak para santri memanfaatkan lingkungan pesantren sebagai tempat membangun karakter, kedisiplinan, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan sebagai benteng menghadapi pengaruh negatif di tengah masyarakat.
Selain membahas bahaya narkotika, peserta juga mendapatkan materi mengenai penyimpangan seksual sebagai bagian dari upaya melindungi remaja dari berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan mereka.
Pimpinan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Al Imam Al Jazary, H. Muhammad Humaedi Hatta, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian orientasi santri baru yang bertujuan membekali peserta didik dengan pengetahuan sejak awal memasuki lingkungan pesantren.
Saat ini, kata dia, pondok pesantren membina sekitar 300 santri yang terdiri atas 275 santri laki-laki dan 25 santri perempuan.
“Kami melibatkan unsur kepolisian untuk memberikan pemahaman langsung kepada para santri mengenai bahaya narkoba dan penyimpangan seksual. Kami berharap materi ini menjadi pelajaran sekaligus peringatan bagi santri maupun para ustaz pembina agar bersama-sama menjauhi barang haram tersebut,” katanya.
Ia juga mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara Pondok Pesantren Al Imam Al Jazary dengan Polres Takalar dalam memberikan edukasi kepada para santri. Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan terus berlanjut melalui berbagai kegiatan pembinaan dan penyuluhan di masa mendatang.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama di halaman depan pondok pesantren sebagai simbol komitmen bersama dalam memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkoba dan membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, serta berakhlak mulia. (*)












