TAKALAR, TITIK–FAKTA.COM – Turnamen Sepak Bola Piala Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) 2026 Zona Selatan memasuki hari keempat. Namun, laga antara tuan rumah Jeneponto dan Takalar di Stadion Mini Turatea, Kelurahan Balangtoa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Jumat, (4/09/2026), berakhir tanpa pertandingan.
Tim Takalar tidak hadir hingga waktu pertandingan yang dijadwalkan pukul 14.20 WITA. Wasit kemudian memutuskan kemenangan untuk Jeneponto melalui walkover (WO) dengan skor 3-0.
Keputusan tersebut memicu sorotan di kalangan masyarakat Takalar. Ketidakhadiran tim daerah itu dinilai memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan dan pengelolaan sepak bola di Kabupaten Takalar.
Informasi kemenangan WO Jeneponto juga beredar di media sosial. Akun TikTok TurateaNews mengunggah narasi bahwa Jeneponto dinyatakan menang 3-0 karena tim Takalar tidak datang.
Unggahan itu kemudian mendapat beragam komentar dari warganet. Salah satu akun, Fahril_Adrianto, menulis, “mungkin di lapangan allu Ki menunggu.”
Komentar lain datang dari akun TikTok Mas Bram. Ia mempertanyakan alasan ketidakhadiran tim Takalar.
“Kira2 kenapa yah Takalar berhalangan hadir? apa karena mogok mobilnya kodong atau gmn2 yah, soalnya tetangga dekat,” tulisnya.
Akun TurateaNews juga menanggapi komentar lain dengan menyebut adanya informasi yang belum terverifikasi mengenai penyebab tim Takalar tidak hadir.
“Ada yang saya dengar krna kehabisan Solar Bede karengg, cuma banyak skalimi yang sotta2 knapa TDK dtang takalar, semoga ada klarifikasinya,” tulis akun tersebut.
Kabar tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya. Belum ada penjelasan resmi yang dikutip dalam informasi yang beredar mengenai penyebab pasti Tim Takalar tidak hadir di Stadion Mini Turatea.
Di tengah polemik itu, sejumlah warga Takalar menilai kejadian tersebut menunjukkan persoalan dalam pengelolaan sepak bola daerah. Sorotan kemudian mengarah kepada kepengurusan Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Takalar.
Masyarakat mempertanyakan bagaimana persiapan tim dilakukan hingga akhirnya tidak dapat tampil dalam pertandingan resmi tingkat provinsi. Mereka juga berharap ada penjelasan terbuka mengenai alasan ketidakhadiran Tim Takalar.
Pertanyaan lain yang muncul adalah siapa yang bertanggung jawab atas persiapan keberangkatan, kebutuhan operasional tim, hingga koordinasi dengan panitia pertandingan.
Hingga berita ini disusun, penyebab resmi Tim Takalar tidak hadir dalam laga kontra Jeneponto belum diketahui secara pasti.
Pihak Askab PSSI Kabupaten Takalar diharapkan memberikan klarifikasi agar berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat tidak menjadi bola liar. (*)












