“Senayan Memanggil Kemal”, Putra Bupati Takalar Didorong Maju ke DPR RI 2029

Putra Bupati Takalar, Kemal Daeng Gassing

TAKALAR, TITIKFAKTA.COM Wacana menghadirkan representasi generasi muda Takalar di panggung politik nasional mulai mengemuka. Nama Kemal Daeng Gassing kini didorong untuk maju sebagai calon anggota DPR RI pada Pemilu 2029, dengan harapan dapat membangun jembatan yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan Kabupaten Takalar.

Dorongan tersebut mencuat dalam diskusi publik bertajuk “Peran Pemuda Mengisi Pesta Demokrasi 2029” yang digelar di Alun-Alun Takalar, Jumat, (28/08/2026).

Dalam forum itu, Direktur Lembaga Kajian Strategis dan Pemuda Takalar menilai Takalar membutuhkan figur muda yang memiliki pengalaman, jaringan, serta pemahaman terhadap perubahan teknologi dan arah kebijakan nasional.

“Senayan memanggil Kemal. Kami mendorong beliau maju agar ada sinergi dengan Pemerintah Daerah Takalar. Beliau pernah bekerja di BUMN, PT Telkom Indonesia di Jakarta. Artinya, beliau memahami digitalisasi dan mengetahui bagaimana sistem kerja BUMN. Ini menjadi modal besar,” ujarnya.

Kemal Daeng Gassing diketahui merupakan salah seorang putra Bupati Takalar, H. Mohammad Firdaus Daeng Manye.

Menurutnya, di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional, daerah seperti Takalar membutuhkan wakil di tingkat pusat yang memiliki kemampuan membangun komunikasi dan jaringan dengan pemerintah pusat.

Dua Modal: Teknologi dan Kedekatan dengan Daerah

Ia menyebut Kemal memiliki dua sisi kekuatan yang dinilai relevan dengan kebutuhan politik masa depan.

Pertama, pengalaman di dunia korporasi dan pemahaman terhadap perkembangan teknologi. Kedua, kedekatan serta pemahaman terhadap dinamika pembangunan daerah.

“Dengan dua kekuatan itu, Kemal bisa menjadi jembatan. Program-program dari pusat dapat dibawa ke Takalar, sementara aspirasi masyarakat, terutama anak muda, bisa diperjuangkan di tingkat nasional, khususnya soal lapangan kerja dan digitalisasi,” katanya.

Wajah parlemen pada 2029, menurut dia, seharusnya mulai diisi oleh generasi yang mampu memahami perkembangan teknologi tanpa kehilangan kedekatan dengan masyarakat.

“Anak muda 2029 membutuhkan wakil yang melek teknologi tetapi tetap membumi. Jangan sampai kita diwakili oleh orang yang tidak memahami arah perubahan kebijakan. Kemal dinilai memiliki pengalaman di lapangan sekaligus memahami peta besar kebijakan di Jakarta,” ujarnya.

Mengawal Agenda Anak Muda

Lebih jauh, Asman menyoroti pentingnya keterwakilan generasi muda di parlemen untuk mengawal kebijakan yang berpihak pada kebutuhan anak muda di daerah.

Sejumlah agenda yang dinilai penting antara lain percepatan digitalisasi desa, pelatihan kerja berbasis teknologi informasi, penguatan ekosistem startup, hingga pengembangan UMKM daerah agar mampu bersaing di tengah perubahan ekonomi digital.

Menurutnya, keberadaan wakil dari daerah yang memiliki komunikasi baik dengan pemerintah kabupaten maupun pemerintah pusat dapat memperkuat perjuangan untuk menghadirkan program pembangunan yang lebih tepat sasaran.

“Kalau ada orang Takalar di Senayan yang nyambung dengan pemerintah daerah, maka peluang menghadirkan anggaran dan program dari pusat akan semakin terbuka dan lebih tepat sasaran bagi masyarakat Takalar,” tutup Asman.

Wacana tersebut menjadi bagian dari perbincangan yang mulai berkembang menjelang kontestasi politik 2029. Namun, apakah dorongan dari kalangan pemuda dan masyarakat itu akan berujung pada langkah politik konkret Kemal Daeng Gassing, masih akan ditentukan oleh dinamika politik dalam beberapa tahun mendatang. (*)

Gambar