TAKALAR, TITIK–FAKTA.COM – Alunan musik mulai memecah suasana malam di kawasan wisata Sunset Paria Lau’, Kelurahan Takalar, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, Jumat malam, (28/08/2026).
Untuk pertama kalinya, kawasan yang dikenal dengan hamparan ruang terbuka dan panorama matahari terbenam itu menggelar pertunjukan live music. Pemerintah Kabupaten Takalar berharap hiburan tersebut menjadi magnet baru untuk menghidupkan kawasan wisata Paria Lau’.
Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, membuka langsung kegiatan tersebut sekitar pukul 19.00 Wita. Mengenakan kemeja hijau tua dan celana jeans, Daeng Manye hadir bersama sejumlah unsur pemerintah dan tamu undangan.
Turut hadir dalam kegiatan itu Dandim 1426/Takalar Letkol Inf Anton Timotius Milala bersama istrinya, Ny. Artika Anton.
Live music perdana tersebut menghadirkan sejumlah grup musik dari Makassar dan Takalar, serta melibatkan seniman lokal. Pertunjukan berlangsung hingga sekitar pukul 24.00 Wita dengan dipandu pembawa acara Asrul Syam Daeng Bilu.
Daeng Manye mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah awal untuk menghadirkan suasana baru di kawasan wisata Sunset Paria Lau’.
“Ya, hari ini adalah perdana ada live music di Parialau,” kata Daeng Manye saat membuka acara.
Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin setiap akhir pekan. Rencananya, pertunjukan musik akan berlangsung selama tiga malam, mulai Jumat, Sabtu, hingga Ahad.
Menurut Daeng Manye, kehadiran hiburan musik diharapkan mampu menarik lebih banyak masyarakat untuk datang dan menikmati kawasan wisata tersebut.
“Sehingga diharapkan bahwa dengan adanya live music di Parialau ini setiap akhir pekan selama tiga hari,” ujarnya.
Pertunjukan tersebut, kata dia, tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membuka kesempatan bagi musisi dan seniman lokal untuk tampil bersama kelompok musik dari luar daerah.
“Ada band-band dari Makassar maupun band-band dari Takalar serta beberapa hiburan yang lain,” katanya.
Antusiasme masyarakat, menurut Daeng Manye, mulai terlihat sejak malam pembukaan. Sejumlah kendaraan tampak memadati area sekitar lokasi, sementara pengunjung berdatangan untuk menikmati pertunjukan musik.
“Sekarang sudah terlihat sudah banyak kendaraannya parkir menunggu hiburan ini atau band ini dimainkan,” ujarnya.
Destinasi untuk Menikmati Sunset dan Healing
Lebih jauh, Daeng Manye berharap Sunset Paria Lau’ tidak hanya dikenal sebagai lokasi untuk menikmati pemandangan matahari terbenam, tetapi juga berkembang menjadi salah satu alternatif destinasi wisata bagi masyarakat yang ingin beristirahat sejenak dari rutinitas.
Hamparan rumput dan suasana terbuka di kawasan tersebut, menurut dia, menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
“Kita berharap bahwa Parialau ini menjadi salah satu alternatif destinasi jika Anda ingin healing,” kata Daeng Manye.
Kawasan wisata Sunset Paria Lau’ memiliki posisi yang cukup strategis. Lokasinya berjarak sekitar tujuh kilometer dari pusat Kota Takalar dan dapat dijangkau melalui Jalan Jenderal Sudirman serta jalur Poros Galesong–Makassar.
Kemudahan akses itu diharapkan menjadi salah satu kekuatan dalam mengembangkan Paria Lau’ sebagai destinasi wisata yang mampu menarik kunjungan masyarakat, baik dari Takalar maupun daerah sekitarnya.
Daeng Manye pun mengajak masyarakat untuk datang menikmati hiburan sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.
“Silakan menikmati hiburan ini dan kita berharap bahwa Parialau ini menjadi salah satu alternatif destinasi jika Anda ingin healing,” tuturnya.
Ia berharap kehadiran kegiatan live music secara rutin dapat memberi warna baru bagi Paria Lau’, sekaligus menghidupkan aktivitas masyarakat dan ekonomi di sekitar kawasan wisata tersebut.
Dengan perpaduan panorama sunset, ruang terbuka, hiburan musik, dan akses yang relatif mudah, Pemerintah Kabupaten Takalar kini mencoba membangun Paria Lau’ sebagai salah satu wajah baru wisata daerah.
“Ayo ke Takalar,” kata Daeng Manye menutup sambutannya. (*)












