GOWA, TITIK–FAKTA.COM – Bupati Gowa Husniah Talenrang akhirnya memberikan penjelasan mengenai polemik 16 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gowa yang tak lagi menjalankan tugas pada posisi sebelumnya.
Di hadapan ratusan massa yang menggelar aksi di halaman Kantor Bupati Gowa, Senin, (24/08/2026), Husniah menegaskan kebijakan tersebut bukan penonaktifan atau pencopotan jabatan secara permanen.
Menurut dia, 16 pejabat tersebut hanya dibebastugaskan sementara.
“Tidak ada yang namanya penonjobkan, yang ada hanya pembebastugasan sementara,” ujar Husniah di hadapan massa.
Pernyataan itu disampaikan Husniah untuk menjelaskan kebijakan yang sebelumnya menuai sorotan. Polemik muncul setelah 16 pejabat Pemerintah Kabupaten Gowa tidak lagi menjalankan tugas pada posisi mereka.
Namun, penjelasan Bupati tidak serta-merta meredakan situasi. Massa yang memenuhi halaman kantor bupati tetap menyampaikan tuntutan dan meminta penjelasan lebih jauh mengenai dasar kebijakan tersebut.
Suasana kemudian memanas. Aparat kepolisian meningkatkan kesiapsiagaan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kericuhan.
Di tengah situasi yang semakin tegang, Husniah bersama sejumlah pengawalnya bergerak mundur menjauh dari kerumunan massa. Pengawalan dilakukan untuk memastikan Bupati Gowa dapat meninggalkan area aksi dengan aman.
Polemik mengenai 16 pejabat tersebut sebelumnya telah memicu aksi protes. Massa mendesak Pemerintah Kabupaten Gowa membuka dasar kebijakan yang diambil terhadap para pejabat tersebut.
Mereka juga meminta adanya penjelasan mengenai status kepegawaian dan jabatan 16 pejabat yang dibebastugaskan.
Aksi di Kantor Bupati Gowa menjadi perhatian karena massa tidak hanya meminta penjelasan, tetapi juga menuntut dialog langsung dengan Husniah Talenrang.
Hingga aksi berlangsung, ketegangan masih mewarnai halaman Kantor Bupati Gowa. Aparat tetap bersiaga sementara massa terus menyampaikan aspirasi terkait kebijakan pemerintahan daerah. (*)












