TAKALAR, TITIK-FAKTA.COM – Kebakaran menghanguskan sebuah rumah panggung milik Dg Gassing, warga Lingkungan Bontoparang, Kelurahan Bontokadatto, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Sabtu, (22/08/2026).
Api diperkirakan mulai berkobar sekitar pukul 04.00 WITA. Saat kejadian, Dg Gassing, pria berusia sekitar 60 tahun, tengah seorang diri di rumah tersebut. Istrinya bermalam di rumah anak mereka yang berada tak jauh dari lokasi.
Daeng Gassing mengatakan api diduga pertama kali muncul dari bagian atap rumah. Ia baru tersadar setelah balok plafon jatuh dan mengenai kakinya.
“Saya terbangun setelah balok plafon jatuh mengenai kaki saya. Saat itu api sudah ada dari bagian atas rumah,” kata Dg Gassing.
Ketika terbangun, api telah menjalar ke bagian atap dan dinding rumah. Sejumlah papan bangunan juga mulai terbakar sehingga korban kesulitan mencari jalan keluar.
Dalam kondisi panik, Dg Gassing akhirnya menyelamatkan diri dengan menjatuhkan tubuhnya ke tanah melalui bagian papan rumah yang telah bolong akibat terbakar.
“Saya sudah terkepung api dari bagian atap dan dinding. Papan rumah juga sudah terbakar,” ujarnya.
Korban berhasil keluar dari kobaran api. Namun, ia mengalami luka bakar ringan pada bagian kaki dan tangan akibat terkena sengatan panas ketika berusaha menyelamatkan diri.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik. Api menghanguskan satu unit rumah panggung tua milik Dg Gassing.
Tak hanya rumah, dua unit sepeda motor milik anak korban yang berada di rumah tetangga juga ikut terbakar.
Plt Camat Polongbangkeng Selatan dan TP PKK Takalar Datangi Korban
Kabar kebakaran tersebut langsung mendapat perhatian pemerintah setempat. Plt Ketua TP PKK Kabupaten Takalar, Ny. Kartiah Ayatullah, bersama jajaran mendatangi Daeng Gassing untuk melihat langsung kondisi korban.
Dalam kunjungan itu, rombongan turut didampingi Plt Camat Polongbangkeng Selatan Ayatullah Rawatib dan Lurah Bontokadatto Muh Alwi.
Bantuan berupa pakaian, sembako, dan uang diserahkan langsung kepada Dg Gassing yang didampingi istrinya.
Ayatullah Rawatib mengatakan pemerintah kecamatan ingin memastikan kebutuhan dasar korban tetap terpenuhi setelah kehilangan tempat tinggal.
“Setelah rumah terbakar, yang paling dibutuhkan korban bukan hanya bantuan hari ini, tetapi memastikan kebutuhan dasarnya tetap terpenuhi sambil melihat apa yang bisa kami bantu selanjutnya,” kata Ayatullah.
Ia juga memastikan kondisi korban setelah mengalami luka bakar ringan saat menyelamatkan diri.
“Kami juga memastikan kondisi beliau setelah kejadian, karena yang paling penting korban selamat dan kebutuhan dasarnya bisa terpenuhi,” ujarnya.
Pemerintah Kecamatan Polongbangkeng Selatan bersama TP PKK dan pemerintah kelurahan selanjutnya akan berkoordinasi untuk menindaklanjuti kebutuhan Daeng Gassing.
Rumah dan sejumlah harta benda korban telah hangus terbakar. Kini, perhatian pemerintah diarahkan untuk membantu korban memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mencari langkah lanjutan pascakebakaran. (*)












