Lapas Takalar Lantik 11 Kader Kesehatan, Luncurkan SEHATI untuk Deteksi Dini Penyakit

TAKALAR, TITIK-FAKTA.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar melantik 11 warga binaan sebagai Kader Kesehatan, Kamis, (20/08/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya Lapas memperkuat pelayanan sekaligus mempercepat deteksi dini penyakit di lingkungan warga binaan.

Kepala Lapas Kelas IIB Takalar, Andi Gunawan, mengatakan kader kesehatan diharapkan menjadi mata dan telinga awal dalam memantau kondisi kesehatan warga binaan di masing-masing blok.

“Kami berharap Kader Kesehatan Warga Binaan lebih peka dan menjadi garda terdepan dalam memantau teman-teman satu bloknya. Apabila terdapat Warga Binaan yang mengalami gejala penyakit, agar sedini mungkin dilaporkan kepada perawat atau dokter Lapas,” kata Andi.

Menurut dia, pelaporan sejak munculnya gejala akan membantu tenaga medis melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan lebih cepat.

Dokter Klinik Lapas Takalar, dr. Ayu, mengatakan para kader akan berperan sebagai promotor kesehatan sekaligus perpanjangan tangan tenaga medis dalam menjalankan langkah-langkah preventif.

Para kader nantinya mendapat pembekalan kesehatan secara rutin. Materi diberikan setiap pekan untuk memperbarui pengetahuan mereka mengenai berbagai persoalan kesehatan.

“Kami akan melakukan pembekalan terhadap Kader Kesehatan setiap sekali seminggu mengenai update masalah kesehatan. Kami tentunya melakukan seleksi terhadap penentuan Kader Kesehatan berdasarkan ketentuan,” ujar Ayu.

Salah seorang kader berinisial CT mengaku senang mendapat kepercayaan tersebut. Ia menyebut tugas itu menjadi pengalaman baru sekaligus tanggung jawab yang harus dijalankan dengan serius.

“Tanggung jawab ini tentu besar, tapi kami senang bisa terlibat dalam program ini,” kata CT.

Luncurkan Aplikasi SEHATI

Selain melantik kader kesehatan, Lapas Takalar juga meluncurkan Sistem Kesehatan Terintegrasi atau SEHATI. Aplikasi tersebut merupakan inovasi yang digagas Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Gugu Alam.

Gugu mengatakan SEHATI dirancang untuk memperkuat monitoring kesehatan, mempermudah pendataan, serta membantu petugas mendeteksi potensi penyakit di lingkungan Lapas.

“Melalui SEHATI, data kesehatan Warga Binaan terdokumentasi dan terarsip secara digital sehingga memudahkan petugas dalam melakukan pemantauan dan pendataan,” kata Gugu.

Digitalisasi tersebut memungkinkan data kesehatan warga binaan tersimpan secara lebih sistematis. Petugas juga dapat melihat riwayat warga binaan yang menjalani pemeriksaan atau mendapatkan layanan kesehatan di klinik Lapas.

Data yang terkumpul nantinya dapat digunakan untuk mengetahui jenis penyakit yang paling banyak dialami warga binaan. Informasi tersebut menjadi dasar bagi Lapas dalam menentukan langkah pencegahan maupun penanganan kesehatan secara lebih terarah.

Bagi petugas klinik, SEHATI juga diharapkan memangkas proses pencatatan manual. Setiap warga binaan yang berobat dapat didata dan riwayatnya tersimpan dalam sistem digital.

Pelantikan kader dan peluncuran SEHATI menjadi dua langkah yang ditempuh Lapas Takalar untuk menggabungkan pendekatan berbasis manusia dan teknologi dalam pelayanan kesehatan warga binaan. (*)

Gambar