BULUKUMBA, TITIK-FAKTA.COM – Kerukunan Keluarga Mahasiswa Bulukumba (KKMB) Komisariat Universitas Muhammadiyah Makassar membuka agenda Bina Desa di Kantor Desa Caramming, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba. Kegiatan tersebut mengusung tema “Menguatkan Potensi Desa Melalui Inovasi dan Pemberdayaan Desa Caramming.”
Bina Desa menjadi pintu masuk bagi mahasiswa untuk membangun ruang kolaborasi bersama pemerintah desa, pemuda, dan masyarakat. Melalui agenda ini, KKMB Komisariat Unismuh Makassar ingin menggali potensi Desa Caramming sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang dapat memberi dampak nyata bagi masyarakat, Jum’at (14/08/2026).
Ketua Umum KKMB Komisariat Unismuh Makassar, Andi Ibnu Saputra, mengatakan Bina Desa tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial. Menurut dia, mahasiswa memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar menjalankan kewajiban akademik.
“Mahasiswa tidak hanya memiliki tanggung jawab akademik, tetapi juga tanggung jawab sosial untuk hadir dan mengambil bagian dalam menjawab persoalan serta mengembangkan potensi yang ada di tengah masyarakat,” kata Andi.
Sebagai organisasi kedaerahan, KKMB Komisariat Unismuh Makassar memandang mahasiswa memiliki tanggung jawab terhadap daerah asalnya, khususnya Kabupaten Bulukumba. Karena itu, Bina Desa ditempatkan sebagai bentuk konkret kontribusi mahasiswa melalui pengabdian, pemberdayaan, dan kolaborasi dengan masyarakat.
Sejumlah agenda akan digelar selama pelaksanaan Bina Desa Caramming. Program tersebut diarahkan agar mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam menemukan dan mengembangkan potensi desa yang dapat memberikan manfaat secara langsung.
Andi berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat hubungan antara mahasiswa, masyarakat, dan pemuda desa. Dari hubungan itu, ia ingin lahir kerja sama yang berkelanjutan serta inovasi yang mampu mendukung kemajuan Desa Caramming.
“Harapan besar yang ingin kami capai dalam kegiatan pengabdian masyarakat kali ini adalah terbangunnya hubungan emosional yang lebih kuat antara mahasiswa, masyarakat, dan pemuda desa. Dari hubungan tersebut, kami berharap lahir kolaborasi serta inovasi-inovasi baru yang dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari kemajuan Desa Caramming,” ujarnya.
Bina Desa Caramming diharapkan menjadi lebih dari sekadar momentum kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat. Program itu diposisikan sebagai awal dari proses kolaborasi yang terus berlanjut, dengan ukuran keberhasilan bukan pada lamanya mahasiswa berada di desa, melainkan pada manfaat yang dapat ditinggalkan.
Kerukunan Keluarga Mahasiswa Bulukumba (KKMB) Komisariat Universitas Muhammadiyah Makassar menegaskan komitmennya untuk menjadikan pengabdian sebagai ruang belajar bersama sekaligus sarana mendorong masyarakat menggali kekuatan desanya sendiri. (*)












