TAKALAR, TITIK-FAKTA.COM – Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko meminta pemerintah daerah lebih aktif menyampaikan kebutuhan infrastruktur masyarakat agar dapat segera ditindaklanjuti. Ia menyebut sinergi pemerintah daerah dan jajaran TNI di wilayah penting untuk mempercepat penyelesaian persoalan di lapangan.
Pernyataan itu disampaikan Bangun setelah menghadiri launching Jembatan Garuda/Merah Putih di Lingkungan Pasuleang II, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Kamis, (13/08/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bangun mengungkapkan jajaran TNI telah ikut mendorong pembangunan infrastruktur dasar di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. Menurut dia, tercatat 133 jembatan dan 255 titik air bersih yang dibangun untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Bangun mengatakan usulan kebutuhan infrastruktur dapat disampaikan melalui Babinsa, Danramil hingga Dandim. Jalur tersebut, kata dia, memungkinkan persoalan yang ditemukan di lapangan segera dilaporkan dan dicarikan solusi.
Ia menilai keberadaan personel TNI di tengah masyarakat merupakan peluang yang harus dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga.
“Takalar lemah hanya ada tujuh. Maka ini kesempatan, betul nggak?” kata Bangun, menyinggung kebutuhan masyarakat yang masih perlu mendapat perhatian.
Menurut dia, jabatan yang diberikan kepada setiap personel TNI semestinya digunakan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kesempatan pada posisi jabatan kita ini supaya bisa menolong, bisa membantu masyarakat, ya kan?” ujarnya.
Bangun memastikan kebutuhan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut telah menjadi perhatian. Ia berharap persoalan tersebut dapat segera ditindaklanjuti.
“Tapi tadi sudah komitmen akan segera dicari. Dan mudah-mudahan bisa kita segera kerjakan,” katanya.
Jembatan untuk 536 Jiwa
Jembatan Garuda/Merah Putih di Pasuleang II menjadi salah satu bentuk pembangunan infrastruktur dasar yang diharapkan memperbaiki akses warga. Jembatan tersebut membentang di atas Anak Sungai Pappa dan menghubungkan permukiman warga dengan wilayah di seberang sungai.
Sebelumnya, warga menghadapi keterbatasan akses, terutama ketika debit air sungai meningkat. Berdasarkan laporan Babinsa Kelurahan Pallantikang Sertu Mustafa kepada Danramil 1426-07/Pattallassang, pembangunan Jembatan Armco Tahap IV mulai dikerjakan pada 21 Mei 2026.
Jembatan itu dibangun di atas sungai dengan lebar sekitar 16 meter dan kedalaman air sekitar dua meter dalam kondisi normal. Jarak permukaan air ke tebing atau jalan sekitar tiga meter dan dapat mencapai empat meter ketika banjir.
Jembatan memiliki panjang sekitar 20 meter. Pembangunan tersebut diperkirakan memberi manfaat langsung kepada 147 kepala keluarga atau sekitar 536 jiwa.
Pembangunan diawali dengan pembuatan jembatan darurat dan pembongkaran akses lama. Kini, warga Pasuleang II memiliki jalur yang lebih aman untuk menunjang mobilitas sehari-hari.
Selain mempermudah akses, keberadaan Jembatan Garuda/Merah Putih diharapkan memperkuat aktivitas sosial dan ekonomi warga di wilayah seberang sungai. (*)












