JAKARTA, TITIK-FAKTA.COM – Upaya memperkuat layanan kesehatan di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, dibawa langsung ke meja Kementerian Kesehatan. Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Hamka B Kady memfasilitasi audiensi Komisi III DPRD Takalar dengan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono, Rabu, (12/08/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Gedung Prof. Dr. Sujudi, Jakarta Selatan, itu membahas kebutuhan fasilitas, sarana, hingga tenaga kesehatan di Takalar.
Rombongan DPRD Takalar bersama Kepala Dinas Kesehatan Takalar Nilal Fauziah menyampaikan sejumlah kebutuhan prioritas. Di antaranya penguatan pelayanan dasar, pembangunan dan rehabilitasi puskesmas, pengadaan Puskesmas Pembantu (Pustu), serta dukungan alat kesehatan.
Salah satu agenda utama ialah mendorong pengoperasian RS Galesong. Rumah sakit tersebut diharapkan segera kembali memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan dukungan pemerintah pusat.
Wamenkes Dante Saksono Harbuwono menyatakan kesiapan Kementerian Kesehatan mendukung pengoperasian RS Galesong sekaligus memperkuat infrastruktur kesehatan di Takalar.
Dukungan juga diarahkan ke wilayah kecamatan baru yang belum memiliki fasilitas kesehatan tingkat pertama. DPRD Takalar dan Dinas Kesehatan mengusulkan pembangunan 35 unit Pustu untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan dasar hingga wilayah yang selama ini masih terbatas aksesnya.
Selain pembangunan Pustu, pemerintah daerah mengusulkan penambahan ruang pelayanan dan rehabilitasi sejumlah puskesmas. Pembangunan puskesmas baru juga diusulkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di dua kecamatan baru.
Kebutuhan alat kesehatan untuk rumah sakit turut menjadi perhatian. Bantuan peralatan medis dari Kementerian Kesehatan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sekaligus kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Saat ini Takalar memiliki tiga rumah sakit, yakni RSUD Padjonga Daeng Ngalle, RS Galesong, dan Rumah Sakit Pratama. RSUD Padjonga Daeng Ngalle dan RS Galesong merupakan rumah sakit kelas C, sementara Rumah Sakit Pratama masuk kategori kelas D.
Optimalisasi Rumah Sakit Pratama juga dibahas agar kapasitas dan cakupan pelayanannya dapat berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat.
Selain infrastruktur dan peralatan, kebutuhan sumber daya manusia kesehatan menjadi bagian penting dalam pembahasan. Salah satunya penyiapan dokter spesialis untuk memperkuat layanan rujukan, termasuk tenaga ahli jantung intervensi untuk RS KJSU Haji Padjonga Daeng Ngalle.
Hamka B Kady mengatakan audiensi tersebut merupakan bagian dari upaya mempertemukan kebutuhan kesehatan daerah dengan pemerintah pusat secara langsung.
“Yang kita dorong adalah bagaimana pelayanan kesehatan masyarakat Takalar semakin baik, merata dan mudah diakses. Karena itu, kebutuhan infrastruktur, alat kesehatan dan SDM harus dipersiapkan secara bersama-sama,” kata Hamka.
Audiensi tersebut dihadiri anggota DPRD Takalar Habibie Abdullah, H. Nurdin, dan Mansyur Salam, serta Kepala Dinas Kesehatan Takalar Nilal Fauziah.
Pertemuan itu diharapkan tidak berhenti pada penyampaian aspirasi, tetapi berlanjut menjadi dukungan konkret pemerintah pusat untuk memperkuat sistem kesehatan Takalar. Targetnya, layanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata hingga tingkat kecamatan dan desa. (*)












