TAKALAR, TITIK-FAKTA.COM – Jembatan Perintis Garuda di Lingkungan Pasuleang 2, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, resmi digunakan. Jembatan yang dibangun Kodim 1426/Takalar bersama masyarakat itu diresmikan Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, Kamis, (13/08/2026).
Peresmian tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Takalar Hengky Yasin, Danrem 141/Toddopuli Kolonel Inf. Robinson Tallupadang, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Takalar, serta sejumlah pejabat utama Kodam XIV/Hasanuddin.
Dalam kegiatan itu, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan arahan secara virtual. Ia menegaskan bahwa pembangunan 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih merupakan bagian dari amanat Presiden Prabowo Subianto untuk mengatasi keterbatasan akses transportasi dan air bersih di wilayah pedesaan.
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko mengatakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan program yang memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Menurut dia, keberadaan jembatan tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga membuka akses terhadap kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian.
“Pembangunan jembatan ini merupakan program yang luar biasa karena mampu membuka akses ekonomi, pendidikan dan pelayanan kesehatan masyarakat sehingga dapat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Takalar,” kata Bangun.
Ia mengatakan pembangunan jembatan tersebut sekaligus menjawab harapan masyarakat yang selama puluhan tahun menghadapi keterbatasan akses akibat kemampuan anggaran pemerintah daerah.
Bangun menyebut pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan implementasi arahan Presiden untuk membuka wilayah yang selama ini sulit dijangkau.
“Pada intinya, kami melaksanakan perintah Bapak Presiden untuk membuka akses masyarakat sehingga pertumbuhan ekonomi daerah dapat semakin baik dan maju,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar jembatan yang telah dibangun dijaga dan dirawat bersama. Menurut Bangun, keberlanjutan manfaat infrastruktur tersebut sangat bergantung pada kepedulian masyarakat dan aparat kewilayahan.
Dalam kesempatan itu, Pangdam menyampaikan pantun yang disambut antusias warga.
“Burung Garuda terbang perkasa, hinggap sejenak di pohon meranti. Jembatan Garuda berdiri menyambung kelurahan, menghubungkan hati dan membangun negeri,” ucapnya.
Bangun mengatakan kehadiran Jembatan Garuda juga menjadi bagian dari upaya TNI AD membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah sekitar.
“Tujuan utama TNI AD saat ini adalah ikut mengatasi masalah yang dihadapi oleh rakyat di sekitarnya. Jembatan ini adalah bukti bahwa TNI juga ikut menjaga ketahanan pangan,” katanya.
Ia menegaskan, suara masyarakat di pelosok negeri menjadi perhatian pemerintah dan TNI AD. Karena itu, pembangunan infrastruktur dasar seperti jembatan dan penyediaan air bersih dinilai penting untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat.
“Tekad TNI AD saat ini adalah berjuang agar masyarakat Indonesia hidup sejahtera dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tujuan negara ini adalah kemakmuran dan kesejahteraan rakyat di seluruh Nusantara,” ujarnya.
Bangun optimistis komitmen Presiden Prabowo akan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
“Saya yakin dengan komitmen Bapak Presiden Prabowo, kemakmuran rakyat akan segera terwujud. Maka tiada kata lain, hanya satu, yaitu loyalitas tanpa batas,” kata dia.
Selain meresmikan Jembatan Perintis Garuda, Pangdam XIV/Hasanuddin juga meresmikan program TNI AD Manunggal Air Bersih Tahun 2026.
Dalam kegiatan tersebut, TNI AD turut menyerahkan bantuan sembako kepada 50 kepala keluarga penerima manfaat sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
Kini, jembatan yang dibangun melalui gotong royong TNI dan masyarakat itu diharapkan menjadi penghubung baru bagi warga Pasuleang 2. Bukan sekadar bentang beton yang menghubungkan wilayah, tetapi akses menuju pasar, sekolah, fasilitas kesehatan, dan sumber penghidupan yang lebih mudah dijangkau. (*)












