Musim Kering Melanda, Pemkab Takalar Salurkan Air Bersih ke Warga Marbo

TAKALAR, TITIK-FAKTA.COM – Musim kering mulai menyulitkan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Sumber air yang terbatas membuat sebagian masyarakat harus mencari cara untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, Selasa (11/08/2026).

Pemerintah Kabupaten Takalar merespons kondisi tersebut dengan menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang terdampak. Salah satunya di Dusun Boddia, Desa Bontoparan, Kecamatan Mangara Bombang.

Pendistribusian air bersih mendapat sambutan antusias dari warga. Sekitar pukul 10.00 Wita, masyarakat terlihat berdatangan membawa baskom, ember, hingga jeriken berkapasitas sekitar 20 liter untuk mengambil air.

Warga rela mengantre demi mendapatkan pasokan air yang dibutuhkan untuk keperluan rumah tangga.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati Takalar yang sudah memperhatikan masyarakat dan memberikan bantuan air bersih. Bantuan ini sangat membantu kami,” ujar seorang warga.

Bagi warga Bontoparan, bantuan tersebut datang ketika sumber air mulai terbatas. Air yang dibawa pulang menjadi persediaan penting untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Warga berharap distribusi air bersih terus dilakukan selama kondisi kekeringan berlangsung. Mereka juga berharap pemerintah memetakan wilayah yang mengalami keterbatasan air agar bantuan dapat diberikan secara cepat.

Penyaluran air di Dusun Boddia turut didampingi Camat Mangara Bombang, Marwan, bersama Kapolsek Mangara Bombang. Kehadiran aparat bertujuan memastikan proses distribusi berjalan tertib dan bantuan diterima masyarakat.

Program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye kepada PMI Kabupaten Takalar untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.

Distribusi dilakukan secara bertahap dengan menyasar wilayah yang membutuhkan. Sedikitnya tiga desa di Kecamatan Mangara Bombang telah menerima bantuan air bersih, yakni Desa Laikang, Desa Pattopakang, dan Desa Bontoparan.

Langkah itu menjadi respons pemerintah daerah terhadap persoalan air bersih yang mulai dirasakan masyarakat akibat musim kering.

Pemkab Takalar bersama PMI diharapkan terus memantau kondisi wilayah yang mengalami kekurangan air. Dengan begitu, distribusi dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan dan tepat sasaran.

Bagi masyarakat Bontoparan, kedatangan armada pembawa air bukan sekadar bantuan. Di tengah sumber air yang semakin terbatas, setiap jeriken yang terisi menjadi bekal untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Pemerintah daerah pun dituntut memastikan bantuan tidak berhenti pada distribusi sesaat, tetapi diikuti pemetaan wilayah rawan kekeringan dan langkah antisipasi jika musim kering berkepanjangan. (*)

Gambar