TAKALAR, TITIK–FAKTA.COM – Antrean kendaraan di SPBU Pertamina Kalampa 74.92243, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, memanas pada Jumat, 11 September 2026. Panjangnya antrean BBM memicu ketegangan di antara para pengendara yang menunggu giliran mengisi bahan bakar.
Sebelumnya, seorang pengendara bernama Daeng Ola meluapkan kemarahannya melalui sebuah video yang kemudian viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Ola mempersoalkan adanya kendaraan yang disebut mendapatkan pelayanan BBM menggunakan kupon. Ia mempertanyakan dasar pemberlakuan kupon tersebut karena menilai para pengendara yang sama-sama mengantre memiliki hak yang setara untuk mendapatkan BBM.
Peristiwa itu kemudian menjadi perhatian publik di tengah antrean panjang BBM yang terjadi di sejumlah SPBU di Takalar.
Namun, sehari setelah kejadian tersebut, Daeng Ola kembali memberikan klarifikasi. Dalam video terbarunya, ia menyebut peristiwa sebelumnya sebagai sebuah kejadian yang tidak disengaja saat dirinya ikut mengantre BBM.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ola, salah seorang warga di Kabupaten Takalar yang kemarin sempat viral,” ujar Ola dalam video klarifikasinya, Sabtu (12/09/2026).
Ia kemudian menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Takalar dan Pemerintah Kabupaten Takalar yang turun langsung melakukan penertiban di tengah panjangnya antrean kendaraan.
“Alhamdulillah, hari ini saya melihat apresiasi kepada Polres Takalar dengan Pemda Kabupaten Takalar yang turun tangan menertibkan dan kenyamanan semua pengantre, antrean BBM yang panjang menertibkan,” katanya.
Menurut Ola, kehadiran aparat dan pemerintah daerah di lapangan membuat situasi antrean menjadi lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat.
Ia berharap pemerintah tidak berhenti pada penertiban antrean, tetapi juga segera mencari solusi atas persoalan kelangkaan BBM yang membuat masyarakat harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar.
“Insyaallah, saya berharap pemerintah segera mengatensi dan memberikan jalan yang terbaik terkait dengan kelangkaan BBM,” ujar Ola.
Ola juga menegaskan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah turun tangan menangani kondisi tersebut, terutama Polres Takalar dan Pemerintah Kabupaten Takalar.
“Intinya, saya mengapresiasi kepada semua pihak, utamanya Polres Takalar dengan Pemda Takalar yang gesit untuk menertibkan antrean, sehingga tidak ada lagi kejadian-kejadian yang seperti kemarin,” katanya.
Klarifikasi tersebut menjadi perkembangan terbaru setelah video kemarahan Ola sebelumnya menyebar luas di media sosial. Persoalan antrean BBM di Takalar kini tidak hanya menyangkut ketertiban di SPBU, tetapi juga menyoroti kebutuhan masyarakat terhadap kepastian distribusi dan ketersediaan bahan bakar.
Pemerintah daerah sebelumnya telah meminta jajaran terkait turun langsung memantau kondisi BBM di lapangan. Tantangannya kini adalah memastikan langkah penertiban berjalan beriringan dengan penyelesaian persoalan pasokan, sehingga masyarakat tidak kembali terjebak dalam antrean panjang. (*)












