GOWA, TITIK–FAKTA.COM – Komando Pusat Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) periode 2025–2027 sukses menggelar Pendidikan Kader Satu (PK-1) selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (16–18 Oktober 2026). Kegiatan ini berlangsung di Benteng Somba Opu, Rumah Adat Kajang, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Mengusung tema “Menciptakan Katalisator Pergerakan yang Radikal dan Militan”, kegiatan tersebut diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai universitas dan perguruan tinggi di Sulawesi Selatan.
Pendidikan kader ini menjadi bagian dari upaya GAM memperkuat proses kaderisasi sekaligus membangun kapasitas mahasiswa agar lebih kritis, memiliki semangat perjuangan, serta peka terhadap berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
Ketua panitia pelaksana, Muh. Shadiqin Nur, mengatakan PK-1 dirancang untuk memperluas wawasan peserta sekaligus menanamkan nilai loyalitas, militansi, dan persaudaraan dalam organisasi.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dan materi yang lebih luas kepada peserta agar menjadi kader yang loyal, militan, serta berjiwa persaudaraan yang kuat,” ujarnya.
Ia berharap para peserta mampu berkembang menjadi penggerak mahasiswa yang berani menyuarakan aspirasi masyarakat dan melawan berbagai bentuk penindasan serta ketidakadilan.
Sementara itu, Panglima Besar GAM, Andi Fajar Wasis, mengapresiasi kerja keras panitia yang telah menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.
Menurut Fajar, keberhasilan pelaksanaan PK-1 merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam memperkuat kaderisasi dan mempersiapkan generasi penerus gerakan mahasiswa yang berpegang pada nilai-nilai perjuangan.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para peserta yang telah menyelesaikan pendidikan kader tersebut.
“Selamat bergabung bagi kader baru yang telah menyelesaikan proses PK-1. Jadilah tokoh dan pemimpin pergerakan mahasiswa di masa depan. Ingat, kader GAM harus terus menjadi ‘hantu’ bagi penguasa yang zalim,” tegasnya.
Fajar berharap para kader baru dapat menjaga semangat kritis, memperkuat solidaritas, serta berperan aktif dalam mengawal berbagai persoalan sosial dan kebijakan publik.
Para kader yang dinyatakan telah menyelesaikan PK-1 tersebut selanjutnya tergabung dalam Pasukan Karhutla 94M, singkatan dari Komando Rakyat Khusus Tangguh dan Melawan.
Pembentukan pasukan tersebut disebut sebagai bagian dari regenerasi kader GAM untuk melanjutkan perjuangan organisasi. Dengan berakhirnya PK-1, para kader baru diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan nilai-nilai yang diperoleh selama pendidikan dalam aktivitas organisasi maupun kehidupan bermasyarakat. (*)












