MAKASSAR, TITIK–FAKTA.COM – Suasana kerja di lingkungan Kantor Wilayah Imigrasi Sulawesi Selatan dikabarkan diwarnai keresahan. Seorang aparatur sipil negara (ASN) di instansi tersebut menuding Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Imigrasi Sulsel, Friece Sumolang, bersikap arogan hingga memicu ketegangan internal.
Diberitakan sebelumnya pada media Titik-fakta.com, Sumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan mendesak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) mengevaluasi kepemimpinan di lingkungan Kanwil Imigrasi Sulsel.
Menurut sumber tersebut, sejumlah pegawai, terutama staf pelaksana, disebut merasa tertekan dalam menjalankan tugas. Situasi kerja yang dinilai tidak kondusif itu bahkan diklaim memengaruhi kenyamanan pegawai saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sumber tersebut juga mengungkapkan kekhawatiran adanya pegawai yang berpotensi terseret persoalan hukum terkait kebijakan pimpinan.
“Kakanwil cowboy. Ia memprovokasi stafnya untuk merampas gedung tanpa prosedur yang ada,” ujar sumber internal tersebut, Jumat (16/10/2026).
Meski demikian, tudingan tersebut merupakan keterangan dari sumber internal yang identitasnya dirahasiakan dan masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Friece Bantah Arogan, Sebut Sedang Tegakkan Disiplin
Menanggapi tudingan tersebut, Friece Sumolang membantah anggapan bahwa dirinya bersikap arogan. Ia menyatakan kepemimpinannya berorientasi pada penegakan disiplin dan aturan di lingkungan kerja.
“Saya pasti bilang bahwa saya tidak arogan. Saya menegakkan dan tegas terkait dengan disiplin,” kata Friece saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Friece mengungkapkan, saat ini terdapat tiga pegawai yang sedang menjalani pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran disiplin. Menurut dia, proses pemeriksaan tersebut menjadi salah satu latar belakang munculnya persoalan yang kini mencuat.
Ia juga mengaku menerima pesan WhatsApp bernada ancaman yang diduga berkaitan dengan proses pemeriksaan terhadap ketiga pegawai tersebut.
Menurut Friece, pesan itu berisi permintaan agar pemeriksaan dihentikan. Ia menduga pesan tersebut berkaitan dengan pegawai yang sedang diperiksa, tetapi identitas pengirim maupun keterkaitannya belum dipastikan secara independen.
“Mereka mem-WA saya tadi malam agar menghentikan pemeriksaan. Kalau tidak, kami ke media,” ujarnya, mengutip isi pesan yang ia terima.
Friece menegaskan, sebagai pimpinan, dirinya memiliki tanggung jawab menegakkan aturan dan memastikan seluruh pegawai menjalankan tugas sesuai ketentuan.
Ia juga menyatakan bahwa penerapan disiplin tidak hanya berlaku bagi staf, tetapi harus menjadi tanggung jawab seluruh jajaran, termasuk pimpinan.
“Semua, dari saya sampai ke bawah, itu juga harus menjadi contoh dalam kita melayani pelayanan publik,” katanya.
Persilakan Wartawan Konfirmasi kepada Pegawai
Friece mempersilakan wartawan menggali informasi secara langsung kepada pegawai di lingkungan Kanwil Imigrasi Sulsel untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai gaya kepemimpinannya.
Ia menyatakan terbuka terhadap upaya konfirmasi dan wawancara, termasuk jika dilakukan tanpa kehadiran dirinya.
“Kalau mau menilai kepemimpinan saya, silakan ditanya ke pegawai-pegawai. Saya terbuka kok untuk rekan-rekan wartawan datang ke kantor dan wawancara,” ujarnya.
Friece juga mengklaim bahwa persoalan yang mencuat saat ini berkaitan dengan upayanya menegakkan aturan terhadap pegawai yang diduga melanggar disiplin.
Namun, klaim mengenai adanya ancaman maupun dugaan pelanggaran disiplin tersebut masih memerlukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan fakta dan pihak-pihak yang terlibat.
Evaluasi Kepemimpinan Menjadi Sorotan
Di sisi lain, sumber internal tetap berharap Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan memberikan perhatian terhadap kondisi kerja di lingkungan Kanwil Imigrasi Sulsel.
Sumber tersebut menilai evaluasi diperlukan untuk memastikan suasana kerja yang kondusif, perlindungan terhadap pegawai, serta pelayanan publik yang berjalan tanpa tekanan.
Hingga berita ini disusun, tudingan mengenai dugaan arogansi dan tindakan yang disebut tidak sesuai prosedur masih berasal dari keterangan sumber internal. Sementara itu, Friece Sumolang membantah bersikap arogan dan menyatakan tindakannya merupakan bagian dari penegakan disiplin.
Belum ada keterangan independen yang dapat memastikan kebenaran seluruh tudingan tersebut. Karena itu, konfirmasi dari pihak-pihak terkait, termasuk penjelasan mengenai prosedur yang dipersoalkan, diperlukan agar persoalan ini dapat dinilai secara objektif.
Redaksi tetap membuka ruang bagi seluruh pihak terkait untuk memberikan klarifikasi dan menyampaikan informasi tambahan guna menjamin keberimbangan pemberitaan. (*)












