MAKASSAR, TITIK–FAKTA.COM – Evi Agustina memperluas langkahnya di dunia seni. Setelah dikenal sebagai penyanyi dan pernah mengikuti ajang D’Academy 5, perempuan asal Luwu, Sulawesi Selatan, itu kini menjajal layar lebar melalui film Rannu (Cinta Bugis Makassar).
Dalam film yang disutradarai Rizal Saputra tersebut, Evi dipercaya memerankan tokoh utama bernama Rara. Film Rannu telah tayang perdana pada 10 Mei 2025.
Bagi Evi, peran tersebut menjadi tantangan baru. Rara digambarkan sebagai perempuan tegas dan pemberani yang menyimpan trauma setelah kehilangan kekasihnya dalam sebuah kecelakaan tragis.
Kehidupan Rara perlahan berubah setelah bertemu Andi, yang diperankan Muh. Arif Budiman. Andi merupakan pria polos dan pekerja keras yang berusaha membantu Rara menghadapi trauma masa lalu.
Namun, hubungan keduanya berkembang ke arah yang tidak terduga setelah rahasia besar dari masa lalu Andi mulai terungkap.
Memerankan Rara membuat Evi harus keluar dari zona nyamannya sebagai penyanyi. Jika di atas panggung ia mengandalkan suara dan penampilan, di depan kamera ia dituntut menyampaikan emosi melalui dialog, ekspresi, gestur, hingga interaksi dengan pemain lain.
Bagi Evi, pengalaman tersebut menjadi ruang untuk menguji kemampuan sekaligus memperluas cara berekspresi di dunia seni.
Berangkat dari Pendidikan Seni
Perjalanan Evi di dunia seni tidak hanya dibentuk oleh pengalaman sebagai performer. Ia juga memiliki latar belakang pendidikan seni.
Evi tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar, Program Studi Sendratasik atau Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik.
Lingkungan akademik tersebut mempertemukannya dengan berbagai bentuk seni pertunjukan. Di kampus, Evi juga aktif dalam organisasi mahasiswa dan pernah tercatat sebagai pengurus Himpunan Sendratasik periode 2023–2024.
Pengalaman bermusik, pendidikan seni, serta keterlibatannya di dunia hiburan kemudian menjadi bekal ketika kesempatan bermain film datang.
Sebelumnya, nama Evi dikenal melalui aktivitas bermusik, termasuk ketika mengikuti D’Academy 5 pada 2022. Kini, ia menambah satu bidang baru dalam perjalanan seninya: seni peran.
Tak Ingin Berhenti di Satu Pencapaian
Bagi Evi, keterlibatan dalam Rannu bukan garis akhir. Justru, film tersebut menjadi bagian dari proses untuk terus mencoba dan berkembang.
“Masih ingin tumbuh dan terus berkembang, tidak ingin stop dengan pencapaian yang ada sekarang,” ujar Evi.
Pernyataan itu menggambarkan pilihan Evi untuk tidak terpaku pada satu pencapaian. Dari panggung musik, kompetisi, pendidikan seni, hingga layar lebar, ia terus membuka ruang untuk mempelajari pengalaman baru.
Peran Rara juga memberi Evi kesempatan melihat seni pertunjukan dari perspektif berbeda. Kamera menuntutnya membangun karakter secara lebih detail, bukan sekadar tampil di hadapan penonton.
Dengan bekal musik dan pendidikan seni yang dimilikinya, Evi masih memiliki ruang untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan dalam perjalanan kariernya.
Rannu (Cinta Bugis Makassar) menjadi salah satu pijakan baru. Dari panggung musik ke layar lebar, Evi memilih terus bergerak belajar, mencoba, dan membuka kemungkinan baru dalam dunia seni. (*)












