Antrean BBM Mengular, Camat Mangarabombang Sentil SPBU: Satu Petugas Layani Ratusan Mobil

Camat Mangarabombang, Mappaturung, S.Sos, Akp.

TAKALAR, TITIK–FAKTA.COM – Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, terus menjadi perhatian pemerintah setempat.

Camat Mangarabombang, Mappaturung, S.Sos, Akp., mengatakan penumpukan kendaraan terjadi karena sejumlah persoalan teknis dan keterbatasan pelayanan di SPBU.

“Memang terjadi penumpukan di seluruh SPBU, khususnya di Kecamatan Mangarabombang,” kata Mappaturung, Jum’at (11/09/2026).

Menurut dia, salah satu penyebab antrean adalah adanya kerusakan peralatan. Selain itu, sejumlah SPBU dinilai belum mengoperasikan seluruh petugas dan pompa yang tersedia secara optimal.

“Pada umumnya, hampir setiap SPBU itu cuma ada satu petugas dan satu pompa. Kalau cuma satu petugas dan satu pompa melayani ratusan mobil, pasti antrean akan terus menumpuk,” ujarnya.

Kondisi tersebut, kata Mappaturung, berimbas ke masyarakat. Keterlambatan pengisian BBM di SPBU disebut turut memicu kenaikan harga BBM yang dijual secara eceran.

“Akibat keterlambatan tersebut, harga BBM di eceran membludak hingga hampir Rp30.000 per botol,” katanya.

Pemerintah Kecamatan Mangarabombang meminta pihak Pertamina dan pengelola SPBU meningkatkan kapasitas pelayanan. Salah satunya dengan mengaktifkan seluruh petugas agar proses pengisian BBM tidak bertumpu pada satu petugas dan satu pompa.

“Kami menyampaikan kepada pihak Pertamina agar mengaktifkan seluruh petugasnya, jangan cuma satu. Kalau cuma satu melayani ratusan mobil, pasti antrean akan terus menumpuk,” kata Mappaturung.

Ia juga menyinggung persoalan stok. Menurut dia, antrean panjang jangan serta-merta dianggap sebagai tanda bahwa pasokan BBM telah habis.

“Ujung-ujungnya nanti dibilang habis. Padahal, stok dari Pertamina tidak pernah dibatasi,” ujarnya.

Mappaturung mengatakan pemerintah kecamatan akan terus melakukan pengawasan terhadap kondisi di lapangan. Pengawasan itu juga melibatkan aparat kepolisian untuk memastikan pasokan dan distribusi BBM berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kami selaku pemerintah kecamatan akan terus mengawasi. Hadir pula Bapak Kapolsek untuk bersama-sama mengawasi pasokan dan distribusi BBM agar tetap terjaga dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Pemerintah Kecamatan Mangarabombang berharap persoalan antrean panjang segera mendapat penanganan, sehingga masyarakat tidak harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM dan harga di tingkat pengecer tidak semakin melonjak.

“Pertamina harus memperbaiki pelayanan jangan sampai 1 pompa 1 petugas pengisian BBM dan kalau ada mesin rusak agar segerah di perbaiki supaya masyarakat kami bisa mendapatkan BBM dan tidak ada permainan harga di luar Pertamina”tutupnya

(Red/Bombom)