TAKALAR, TITIK–FAKTA.COM – Di tengah kesulitan air bersih yang dialami warga, murid-murid TK Negeri Dharma Wanita Mangarabombang, Kabupaten Takalar, belajar tentang arti kepedulian melalui aksi nyata. Mereka terlibat dalam kegiatan berbagi air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan di Dusun Matteke, Desa Bontomanai, Kecamatan Mangarabombang, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan sosial yang melibatkan murid, guru, dan perwakilan orang tua tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan pendidikan karakter sejak usia dini melalui nilai Pacce, kearifan lokal masyarakat Makassar yang mencerminkan empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap penderitaan sesama.
Kepala TK Negeri Dharma Wanita Mangarabombang, Alia Nilawati, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar bertujuan membantu warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Lebih dari itu, aksi tersebut menjadi sarana pembelajaran langsung bagi anak-anak untuk memahami pentingnya berbagi dan membantu sesama.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai Pacce sejak dini. Anak-anak perlu belajar bahwa kepedulian bukan hanya tentang apa yang kita ucapkan, tetapi bagaimana kita mampu merasakan kesulitan orang lain dan tergerak untuk membantu,” kata Alia.
Menurut Alia, pendidikan anak usia dini tidak seharusnya hanya berfokus pada pembelajaran di dalam kelas. Anak-anak juga perlu mendapatkan pengalaman nyata yang dapat membentuk kepekaan sosial dan menumbuhkan karakter positif dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai, pengenalan nilai-nilai luhur budaya daerah melalui kegiatan sosial merupakan salah satu cara untuk membangun generasi yang tidak hanya berkembang secara akademis, tetapi juga memiliki empati dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
Alia sendiri dikenal sebagai pemateri nasional di bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan peraih penghargaan Kepala Sekolah Teladan pada ajang Takalar Award.
Aksi berbagi air bersih tersebut juga mendapat dukungan dari orang tua murid yang turut berpartisipasi dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat.
Keterlibatan orang tua dinilai menjadi bagian penting dalam membangun sinergi antara sekolah dan keluarga, terutama dalam memberikan teladan tentang pentingnya berbagi, gotong royong, serta membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
Salah seorang perwakilan orang tua murid mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak untuk mengenal kepedulian sosial secara langsung.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Anak-anak mendapatkan pengalaman berharga bahwa berbagi dan membantu sesama merupakan bagian penting dalam kehidupan. Ini pembelajaran karakter yang tidak selalu bisa diperoleh di dalam kelas,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, TK Negeri Dharma Wanita Mangarabombang berharap nilai Pacce dapat tumbuh dan melekat dalam diri anak-anak sejak usia dini.
Nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk tumbuh sebagai generasi yang memiliki empati, menjunjung tinggi solidaritas, serta mampu menerapkan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
Aksi sederhana itu sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter tidak selalu membutuhkan ruang kelas dan buku pelajaran. Kepedulian dapat tumbuh melalui tindakan nyata, bahkan dari langkah-langkah kecil anak-anak dalam membantu sesama.
Dari tangan-tangan kecil, nilai Pacce diwariskan. Dari kepedulian sederhana, semangat kemanusiaan ditanamkan sejak dini. (*)












