TAKALAR, TITIK–FAKTA.COM – Pemerintah Kabupaten Takalar membidik posisi 10 besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026. Target itu menjadi tantangan setelah Takalar hanya menempati peringkat ke-19 dari 24 kabupaten/kota pada Porprov sebelumnya, dengan raihan empat medali emas.
Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye membahas persiapan kontingen bersama pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Takalar di Kantor Bupati Takalar, Senin malam, (12/10/2026).
Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 20.00 WITA itu membahas kesiapan kontingen menjelang Porprov XVIII Sulsel yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Bone dan Wajo pada 7–14 November 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Daeng Manye menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap atlet, pelatih, ofisial, dan seluruh unsur kontingen yang akan membawa nama Takalar.
“Porprov menjadi kesempatan bagi atlet Takalar untuk menunjukkan kemampuan dan mengukir prestasi di tingkat provinsi. Karena itu, seluruh kontingen harus mempersiapkan diri secara maksimal,” Tegas Deng Manye.
Bupati Daeng Manye berharap dukungan pemerintah daerah dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk tampil optimal di setiap cabang olahraga yang diikuti.
Target menembus 10 besar menjadi pekerjaan bersama bagi pemerintah daerah, KONI, Disparpora, pelatih, dan atlet. Selain persiapan fisik dan teknik, kekompakan serta sportivitas juga menjadi bagian penting dalam menghadapi kompetisi.
Ketua KONI Takalar, Kompol Alauddin Torki, S.Sos., M.Si., M.I.Kom., bersama jajaran pengurus KONI dan Disparpora terus berkoordinasi untuk mematangkan kesiapan kontingen, baik dari sisi teknis pertandingan maupun kebutuhan pendukung.
Berdasarkan data persiapan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, Takalar merencanakan pemberangkatan 336 orang. Jumlah itu terdiri atas 203 atlet dan 133 orang unsur pendukung, termasuk ofisial, panitia, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Persiapan terus dikoordinasikan agar seluruh kebutuhan kontingen dapat dipersiapkan dengan baik. Target 10 besar menjadi motivasi bagi atlet untuk memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Takalar,” Ucap Alauddin selaku Ketua Koni.
Jumlah kontingen yang disiapkan menunjukkan keterlibatan berbagai unsur dalam mendukung perjuangan atlet Takalar. Namun, besarnya kontingen bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Perolehan medali dan posisi akhir dalam klasemen akan menjadi tolok ukur pencapaian target tersebut.
Pada Porprov sebelumnya, Takalar berada di peringkat ke-19 dari 24 kabupaten/kota dengan koleksi empat medali emas. Catatan itu menjadi pekerjaan rumah bagi pembinaan olahraga daerah untuk meningkatkan prestasi pada penyelenggaraan tahun ini.
Untuk mencapai posisi 10 besar, Takalar perlu memperbaiki capaian sebelumnya di tengah persaingan dengan daerah lain di Sulawesi Selatan. Karena itu, kesiapan atlet dan efektivitas pembinaan menjadi faktor penting dalam mewujudkan target.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua I KONI Takalar, Kepala Disparpora Takalar, Sekretaris Disparpora, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI, Wakil Ketua Binpres, jajaran pengurus KONI, serta staf Disparpora.
Melalui koordinasi antara pemerintah daerah, KONI, Disparpora, dan pemangku kepentingan olahraga, persiapan kontingen diharapkan semakin terarah menjelang pertandingan.
Dengan target 10 besar yang telah dicanangkan, Porprov XVIII Sulsel 2026 akan menjadi momentum bagi Takalar untuk membuktikan peningkatan prestasi setelah finis di peringkat ke-19 pada edisi sebelumnya. (*)












