JAKARTA, TITIK–FAKTA.COM – Enam Anak Buah Kapal (ABK) KM Sapora Berlian 08 masih menjalani proses detensi di Darwin, Australia. Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, H. Achmad Daeng Se’re, terus berkoordinasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia untuk memastikan kondisi dan perlindungan terhadap keenam ABK tersebut.
Achmad Daeng Se’re, yang akrab disapa Pak Daeng, berkoordinasi dengan Atase Darat Republik Indonesia di Australia, Kolonel Inf Leo Sugandi, B.A., MMDS, serta Konsulat Republik Indonesia (KRI) di Darwin. Koordinasi itu dilakukan untuk memperoleh perkembangan terbaru mengenai kondisi keenam ABK sekaligus proses pemulangan mereka.
Berdasarkan informasi yang diterima Daeng Se’re, keenam ABK dalam kondisi baik dan mendapatkan perlakuan yang baik selama berada di detensi.
“Keenam ABK dalam kondisi baik dan mendapatkan perlakuan yang baik selama berada di detensi,” kata Daeng Se’re, Minggu (27/09/2026).
Sudah Mendapat Pendampingan Konsuler
Konsulat RI di Darwin juga telah memberikan akses dan pendampingan konsuler kepada keenam ABK. Kunjungan tersebut dilakukan pada 14 September 2026 untuk memastikan kondisi mereka serta memberikan pendampingan selama proses berlangsung.
Menurut Daeng Se’re, pendampingan konsuler menjadi bagian penting dalam memastikan hak dan perlindungan warga negara Indonesia tetap diperhatikan selama mereka menjalani proses di Australia.
“Yang terpenting, enam ABK ini mendapatkan pendampingan dan perlindungan konsuler dari perwakilan Republik Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, proses administrasi pemulangan keenam ABK masih berjalan. Konsulat RI di Darwin telah menyiapkan dokumen perjalanan yang kemudian diambil oleh Australian Border Force (ABF).
Namun, keenam ABK masih harus menunggu tahapan lebih lanjut sebelum dapat dipulangkan ke Indonesia.
Daeng Se’re mengatakan koordinasi dengan pihak terkait akan terus dilakukan untuk memantau kondisi keenam ABK dan perkembangan proses pemulangan mereka.
Ia berharap seluruh tahapan administrasi dapat berjalan lancar sehingga keenam ABK KM Sapora Berlian 08 dapat segera meninggalkan detensi dan kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat dan selamat.
“Kami akan terus memantau perkembangan ini dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Semoga keenam saudara kita dapat segera kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat,” kata dia. (*)












