MAKASSAR, TITIK–FAKTA.COM – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) menggelar aksi demonstrasi prakondisi di pertigaan Jalan AP Pettarani–Hertasning, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, (10/09/2026).
Dalam aksi tersebut, massa secara bergantian menyampaikan orasi. Mereka juga membakar ban dan membentangkan spanduk bertuliskan, “Sulsel Krisis Energi, Semua Karena Bahlil.”
Aksi itu menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai berkaitan dengan kondisi energi di Sulawesi Selatan. Di antaranya kelangkaan bahan bakar minyak atau BBM dan kesulitan masyarakat mendapatkan LPG 3 kilogram.
Salah seorang peserta aksi mengatakan kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Ia menyebut mahasiswa dan masyarakat perlu ikut mengawal persoalan energi yang berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari.
“Hari ini, masyarakat Sulawesi Selatan sedang menghadapi berbagai persoalan, khususnya di bidang energi. Sehingga diperlukan keberanian seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa untuk terus mengawal persoalan ini,” ucapnya saat aksi.
Panglima Besar GAM Fajar Wasis mengatakan aksi tersebut merupakan respons spontan terhadap berbagai kebijakan yang dinilai berdampak kepada masyarakat.
“Aksi prakondisi ini merupakan gerakan spontanitas, persoalan yang terjadi hari ini sudah sangat menyengsarakan rakyat Sulawesi Selatan,” kata Fajar.
Menurut dia, aksi prakondisi tersebut menjadi bagian awal sebelum GAM melakukan konsolidasi lebih luas. Organisasi mahasiswa itu, kata Fajar, akan mengkaji berbagai persoalan yang berkembang sebelum menentukan sikap dan tuntutan.
“Kami akan melakukan konsolidasi secara menyeluruh untuk merespons berbagai persoalan yang berkembang. Setiap isu akan kami kaji secara ilmiah sehingga sikap maupun tuntutan yang kami sampaikan nantinya memiliki dasar argumentasi yang kuat serta dapat dipertanggungjawabkan secara akademis,” jelasnya.
Fajar mengatakan GAM akan memantau perkembangan persoalan energi di Sulawesi Selatan. Hasil kajian dan konsolidasi tersebut akan menjadi dasar bagi mereka dalam menentukan langkah selanjutnya.
Aksi berlangsung di salah satu titik yang menjadi jalur aktivitas masyarakat Kota Makassar. Massa menyampaikan kritik melalui orasi dan spanduk sebagai bentuk desakan agar persoalan energi mendapat perhatian lebih serius.
GAM menyatakan aksi prakondisi tersebut bukan akhir dari gerakan. Mereka berencana melanjutkan konsolidasi untuk merumuskan sikap terkait persoalan energi dan kebijakan yang mereka nilai berdampak luas terhadap masyarakat.
Di tengah keluhan warga mengenai BBM dan LPG 3 kilogram, kelompok mahasiswa tersebut meminta persoalan energi tidak hanya dilihat sebagai masalah distribusi, tetapi juga sebagai isu kebijakan yang perlu dikaji secara terbuka dan bertanggung jawab. (*)












