Keributan Memanas di SPBU Penaikan Takalar, Antrean Motor Tersulut Mobil dan Jeriken

TAKALAR, TITIK–FAKTA.COM – Keributan terjadi di SPBU 74.922.47 Penaikan, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Selasa pagi, (13/10/2026), sekitar pukul 08.00 WITA. Insiden tersebut diduga dipicu oleh padatnya antrean kendaraan dan bercampurnya jalur pengisian bahan bakar minyak (BBM) untuk sepeda motor dengan mobil.

Seorang warga yang ikut mengantre mengungkapkan, ketegangan bermula ketika sejumlah mobil ikut mengisi BBM melalui jalur yang diperuntukkan bagi kendaraan roda dua. Situasi itu memicu protes dari pengendara motor yang telah menunggu cukup lama.

“ Saya kurang lebih satu jam antre. Keributan terjadi karena mobil ikut mengisi di jalur motor, sehingga terjadi keributan antara pengendara motor, pengendara mobil, dan petugas yang melakukan pengisian,” ujar sumber tersebut.

Menurut dia, kekesalan pengendara motor semakin meningkat karena petugas SPBU dinilai lebih memprioritaskan pengisian BBM untuk mobil dan jeriken, sementara antrean sepeda motor terus memanjang.

Sumber itu juga menyoroti kondisi fasilitas pengisian yang disebut hanya mengandalkan satu nosel pompa yang berfungsi. Dalam situasi antrean padat, pelayanan terhadap pengisian jeriken dinilai semakin memperlambat proses pengisian bagi pengendara yang sudah menunggu.

“Seharusnya, kalau hanya satu nosel pompa yang berfungsi, jangan dulu menerima pengisian jeriken di tengah padatnya antrean. Apalagi, kendaraan mobil sudah masuk ke jalur pengisian motor,” katanya.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pengaturan antrean dan prioritas pelayanan di SPBU Penaikan, terutama ketika kapasitas pengisian terbatas dan jumlah kendaraan meningkat.

Pengelola SPBU perlu memastikan jalur pengisian digunakan sesuai peruntukannya, sekaligus memberikan penjelasan kepada konsumen apabila terjadi kendala operasional. Pengaturan antrean yang jelas juga penting untuk mencegah kesalahpahaman dan menjaga situasi tetap kondusif.

Hingga berita ini disusun, penyebab keributan masih berdasarkan keterangan seorang saksi di lokasi. Belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU mengenai kronologi kejadian, jumlah nosel yang beroperasi, maupun dugaan perbedaan prioritas pelayanan tersebut. (Red/Bombom)