TAKALAR, TITIK–FAKTA.COM – Kondisi berbeda terlihat di dua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Rabu (14/10/2026).
Di SPBU DODO 7492202 Kalabbirang, antrean kendaraan mengular untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite. Sementara itu, SPBU DODO 7492243 Kalampa tidak melayani pengisian Pertalite saat pemantauan berlangsung karena stoknya telah habis.
Berdasarkan pantauan di SPBU Kalabbirang sekitar pukul 13.00 WITA, terdapat sekitar 20 mobil yang mengantre untuk mengisi Pertalite. Lima di antaranya mengantre hingga memanjang ke jalan raya.
Selain mobil, sekitar 30 sepeda motor juga terlihat mengantre di SPBU tersebut.
Berbeda dengan Pertalite, stok Pertamax di kedua SPBU masih tersedia. Namun, aktivitas pengisian Pertamax di SPBU Kalabbirang terpantau relatif lengang selama sekitar 10 menit pengamatan. Hanya satu mobil dan satu sepeda motor yang terlihat mengisi BBM jenis tersebut.
Berjarak sekitar satu kilometer dari SPBU Kalabbirang, kondisi di SPBU Kalampa menunjukkan situasi berbeda.
Saat pemantauan berlangsung, dispenser Pertalite dan Solar terpantau tidak melayani pengisian. Sementara itu, stok Pertamax masih tersedia.
Admin SPBU Kalampa, Winda, menjelaskan bahwa stok Pertalite telah habis sekitar pukul 10.30 WITA.
“Bukan kosong sih, habis,” ujar Winda saat dikonfirmasi mengenai kondisi stok Pertalite.
Menurut Winda, pasokan Pertalite yang diterima pada pengiriman sebelumnya mencapai delapan kiloliter (KL). Adapun pasokan Solar yang datang pada malam sebelumnya sebanyak 16 KL.
“Semalam 16,” katanya.
Winda mengaku belum mengetahui secara pasti jadwal kedatangan pasokan BBM berikutnya.
Dalam percakapan di lokasi, sempat disebutkan rencana kedatangan delapan KL Pertalite sekitar pukul 14.00 WITA. Namun, waktu kedatangan tersebut belum dapat dipastikan berdasarkan keterangan Winda saat wawancara berlangsung.
Sementara itu, Pengawas SPBU Kalabbirang, Ilyas, mengatakan keterlambatan pengiriman BBM dari Depo Makassar terjadi selama dua hari terakhir.
Menurut dia, mobil tangki yang biasanya tiba pada siang atau sore hari belakangan baru datang pada malam hari. Kondisi tersebut berdampak pada waktu penjualan BBM di SPBU.
“Jadi bisa kami sampaikan bahwa supply dari Depo Makassar sudah dua hari ini mengalami keterlambatan. Biasanya kan datang siang atau sore, ini sudah dua hari datangnya malam. Jadi yang datang malam itu dijual pagi,” ujar Ilyas.
Dia menyebut pasokan yang diterima untuk periode dua hari terakhir mencapai 16 KL Pertalite dan delapan KL Solar.
Ilyas menilai antrean panjang di SPBU Kalabbirang juga dipengaruhi kondisi SPBU lain di sekitar lokasi yang sedang kehabisan stok BBM tertentu.
“Kemudian situasi di luar antreannya lumayan panjang karena situasi sekarang SPBU di sebelah yang kiri dan kanan ini lagi kosong, Pak. Seperti itu,” katanya.
Terkait pasokan berikutnya, Ilyas mengatakan rencana pengiriman masih tercatat dalam aplikasi SPBU.
Untuk Rabu (14/10), terdapat rencana pasokan 16 KL Pertalite yang diharapkan segera tiba.
“Untuk hari ini masih seperti biasa, masih ada 16 KL insyaAllah yang akan datang. Mudah-mudahan cepat datang ya, tidak terlambat lagi,” ujarnya.
Meski demikian, dia belum dapat memastikan waktu kedatangan mobil tangki tersebut.
Menurut Ilyas, pasokan biasanya tiba sekitar pukul 15.00 hingga 16.00 WITA. Namun, dalam kondisi tertentu, pengiriman baru tiba setelah pukul 22.00 WITA.
Di tengah antrean kendaraan yang memanjang, muncul pertanyaan mengenai kemungkinan pembatasan pembelian BBM untuk mengurai kepadatan di SPBU.
Ilyas mengatakan penerapan sistem ganjil-genap masih menunggu keputusan pemerintah daerah atau pemerintah provinsi.
“Kalau untuk ganjil-genapnya kita tunggu keputusan dari Pemda atau Pemprov, ya,” katanya.
Dia menyebut pembatasan jumlah pembelian BBM dapat menjadi salah satu opsi apabila diperlukan untuk mengurangi antrean.
Sebagai gambaran, pembelian BBM untuk kendaraan roda empat dapat dibatasi pada kisaran Rp300.000 hingga Rp400.000. Sementara itu, pembelian untuk kendaraan roda dua dapat dibatasi sekitar Rp30.000 hingga Rp50.000.
Namun, angka tersebut masih sebatas kemungkinan yang disampaikan Ilyas dan belum menjadi kebijakan resmi yang berlaku di SPBU Kalabbirang.
Perbedaan kondisi di kedua SPBU tersebut memperlihatkan situasi distribusi dan ketersediaan BBM yang dihadapi masyarakat di wilayah Pattallassang.
Di satu sisi, antrean Pertalite di Kalabbirang memanjang hingga ke jalan raya. Di sisi lain, stok Pertalite di Kalampa telah habis sejak pagi menjelang siang.
Kepastian jadwal distribusi berikutnya menjadi salah satu hal yang dinantikan masyarakat, terutama untuk mengurangi waktu tunggu kendaraan yang hendak mengisi BBM. (*)












