Diduga Mobil Kajari Wajo Ditabrak dari Belakang, Berujung Tabrakan dengan Truk LPG

WAJO, TITIK–FAKTA.COM – Kendaraan dinas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Wajo, Rio Aditya Arifiansyah, S.H., M.H., terlibat kecelakaan beruntun di Desa Patila, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Kamis (22/10/2026) malam.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 19.20 Wita tersebut melibatkan kendaraan dinas Kajari bernomor polisi DD 1482 B, sebuah Toyota Fortuner bernomor polisi DD 1851 HO, serta truk Pertamina pengangkut LPG.

Berdasarkan laporan awal, kendaraan dinas yang ditumpangi Rio bersama sopir bernama Amir dan ajudannya, Arfan, sedang berhenti akibat kemacetan di depannya.

Kemacetan tersebut dilaporkan terjadi ketika sebuah truk Pertamina pengangkut LPG singgah di lokasi.

Dalam situasi itu, Toyota Fortuner yang dikemudikan Yono diduga menabrak kendaraan dinas Kajari dari arah belakang. Benturan tersebut kemudian membuat kendaraan dinas itu menghantam truk pengangkut LPG yang berada di depannya.

“Mobil dinas Kajari Wajo sedang berhenti karena kemacetan. Kendaraan Toyota Fortuner kemudian menabrak dari belakang hingga mobil dinas terdorong dan menghantam truk pengangkut LPG di depannya,” demikian kronologi berdasarkan laporan awal kejadian yang diterima redaksi.

Akibat kecelakaan tersebut, kendaraan dinas Kajari Wajo dilaporkan mengalami kerusakan. Sementara itu, Rio Aditya Arifiansyah mengalami luka pada bagian pelipis akibat benturan.

Berdasarkan informasi awal, Rio telah dibawa ke RSUD Lamadukelleng untuk menjalani pemeriksaan dan observasi medis.

Belum terdapat informasi terverifikasi mengenai kondisi terkini Kajari Wajo setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Kondisi sopir, ajudan, pengemudi Toyota Fortuner, serta kemungkinan korban lainnya juga masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi yang dicantumkan mengenai penyebab pasti kecelakaan maupun hasil pemeriksaan terhadap para pengemudi yang terlibat.

Penyebab kecelakaan dan kronologi lengkapnya masih perlu dikonfirmasi kepada pihak kepolisian untuk memastikan rangkaian kejadian serta menentukan faktor yang berkontribusi terhadap insiden tersebut. (*)