Antrean BBM Mengular di Sulsel, Pertamina Tambah Pasokan dan Operasikan 25 SPBU Makassar 24 Jam

Dirut Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra datang langsung ke Makassar untuk mendengarkan, melihat, dan mencari solusi.

MAKASSAR, TITIK–FAKTA.COM – Antrean kendaraan mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sulawesi Selatan. PT Pertamina Patra Niaga merespons lonjakan permintaan itu dengan menambah pasokan dan memperkuat distribusi BBM ke sejumlah wilayah, terutama Makassar.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan peningkatan permintaan terjadi secara bersamaan di sejumlah daerah. Perubahan pola konsumsi masyarakat ikut memperpanjang antrean kendaraan di SPBU.

“Pertamina terus meningkatkan pasokan BBM ke terminal BBM untuk memperkuat suplai BBM ke Makassar agar ketersediaan dapat terjaga pada level yang aman,” ujar Kitty dalam keterangan resmi, Sabtu, (1/09/2026).

Pertamina, kata dia, juga meningkatkan penyaluran dan mengoptimalkan operasional SPBU. Pemantauan kondisi lapangan dilakukan secara berkala untuk menyesuaikan pasokan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

Lonjakan permintaan paling terlihat pada Solar jenis BBM Tertentu (JBT). Pertamina mencatat konsumsi Solar JBT meningkat sekitar 10–15 persen sepanjang Juni hingga Agustus 2026.

Untuk mengantisipasi kenaikan tersebut, distribusi BBM disesuaikan berdasarkan kebutuhan tiap daerah. Operasional mobil tangki juga dioptimalkan selama 24 jam agar pengiriman dan pengisian kembali stok di SPBU dapat berlangsung lebih cepat.

Pertamina juga melakukan rekonfigurasi kapasitas pelayanan dengan menambah nozzle Pertalite di sejumlah SPBU.

Khusus di Makassar, sebanyak 25 SPBU dioperasikan selama 24 jam. Langkah ini ditujukan untuk mempercepat pelayanan sekaligus menjaga kelancaran distribusi BBM kepada masyarakat.

Pemantauan dilakukan terhadap stok, penyaluran, dan operasional SPBU. Pertamina menyatakan pasokan akan diarahkan ke titik yang mengalami lonjakan kebutuhan berdasarkan perkembangan permintaan di lapangan.

Kitty meminta masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

“Kami mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar pelayanan dapat berjalan lancar dan merata,” katanya.

Konsumen Beralih ke BBM Bersubsidi

Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, memastikan stok BBM Pertamina tersedia. Menurut dia, antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU tidak semata-mata disebabkan kekurangan stok.

Eko menyebut terdapat pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi menuju BBM bersubsidi. Konsumen yang sebelumnya menggunakan Pertamax Series dan Dex disebut mulai beralih ke Pertalite dan Biosolar.

“Shifting dari produk-produk yang non-PSO Pertamax Series kemudian Dex, itu ke Pertalite maupun Biosolar,” ujar Eko dalam acara Pertamax Journey di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat, 11 September 2026.

Perubahan pola konsumsi tersebut membuat beban pelayanan di sejumlah SPBU meningkat. Persoalannya, tidak semua SPBU memiliki fasilitas yang cukup untuk menambah dispenser atau nozzle Pertalite dan Biosolar.

“SPBU ini juga sangat terbatas fasilitas sarprasnya untuk bisa menambah dispenser ataupun nozzle untuk produk-produk seperti Pertalite maupun Biosolar,” kata Eko.

Kondisi itu membuat antrean dapat tetap terjadi meski stok BBM secara umum dinyatakan tersedia.

Eko pun meminta masyarakat tidak panik ketika melihat antrean panjang di salah satu SPBU. Ia menegaskan kondisi stok BBM Pertamina saat ini masih aman.

Tantangan Distribusi

Pernyataan Pertamina mengenai ketersediaan stok berhadapan dengan situasi di lapangan: antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan.

Persoalannya bukan hanya memastikan BBM tersedia di terminal atau tangki penyimpanan. Pasokan juga harus bergerak cepat menuju SPBU yang mengalami lonjakan permintaan.

Pertamina menyatakan penguatan distribusi, optimalisasi mobil tangki selama 24 jam, pengoperasian 25 SPBU di Makassar secara nonstop, hingga penambahan nozzle Pertalite menjadi bagian dari langkah menghadapi perubahan pola konsumsi tersebut.

Di tengah antrean yang masih terjadi, masyarakat kini menunggu efektivitas langkah tersebut: apakah tambahan pasokan mampu memutus antrean atau justru lonjakan konsumsi terus membebani kapasitas pelayanan SPBU. (*)