Lapas Takalar Panen 50 Kilogram Sawi, Lahan Binaan Jadi Sumber Pangan dan Nilai Ekonomi

TAKALAR, TITIK–FAKTA.COM – Lahan pertanian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar kembali menghasilkan. Sebanyak 50 kilogram sawi dipanen dari lahan yang dikelola bersama warga binaan pada Kamis, (1/10/2026).

Hasil panen tidak seluruhnya dijual. Sebagian sawi dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas, sedangkan sebagian lainnya dipasarkan sehingga menghasilkan nilai ekonomi dari kegiatan pertanian tersebut.

Kasubsi Bimbingan Kerja Lapas Takalar, Rizal, mengatakan panen merupakan hasil pembinaan kemandirian yang dilakukan secara berkelanjutan. Warga binaan dilibatkan sejak tahap pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga pemanenan.

“Panen 50 kilogram sawi ini menjadi bukti bahwa lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan dapat diolah menjadi lahan produktif. Warga binaan terlibat langsung dalam proses pertanian sehingga mereka tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga pengalaman dalam mengelola hasil pertanian hingga memiliki nilai ekonomi,” kata Rizal.

Menurut Rizal, pemanfaatan hasil panen untuk kebutuhan internal sekaligus pemasaran menjadi bagian dari upaya membangun pola pertanian yang produktif dan berkelanjutan di lingkungan Lapas Takalar.

Kalapas Takalar, Andi Gunawan, mengatakan pengembangan pertanian tersebut sejalan dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendorong kemandirian pangan melalui optimalisasi lahan yang tersedia.

“Kami terus mendorong pemanfaatan lahan tidur di lingkungan Lapas menjadi lahan produktif. Selain mendukung kemandirian pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan dan menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Andi Gunawan.

Ia berharap kegiatan pertanian tersebut terus diperluas, baik dari sisi jenis tanaman maupun pemanfaatan lahan. Dengan demikian, hasil yang diperoleh dapat semakin optimal sekaligus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

“Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan pembinaan kemandirian di Lapas Takalar, sekaligus mendukung Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan kemandirian pangan melalui sektor pertanian dengan mengoptimalkan lahan yang tersedia,” kata Andi Gunawan. (*)