TAKALAR, TITIK–FAKTA.COM – Keluhan warga Biringbalang, Kelurahan Bajeng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, mengenai kualitas air kembali mencuat. Kali ini, warga mengeluhkan air yang mengalir ke permukiman mereka berwarna putih dan sedikit berbusa.
Keluhan itu muncul setelah sebelumnya warga mempersoalkan air yang keruh dan berwarna kecokelatan. Kondisinya bahkan disebut menyerupai warna kopi.
Kini, kondisi air kembali berubah. Warga menyebut air yang mengalir ke rumah mereka tampak putih dengan sedikit busa, menyerupai air bekas rendaman pakaian.
“Airnya sekarang putih dan ada sedikit busanya. Kelihatannya seperti air bekas rendaman cucian,” ujar seorang warga Biringbalang.
Kondisi tersebut membuat warga mempertanyakan kualitas air yang mereka gunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka juga meminta penjelasan mengenai proses pengolahan air sebelum didistribusikan ke permukiman.
“Kami ingin tahu sebenarnya bagaimana proses pengolahan airnya. Kalau keluhan seperti ini terus terjadi, tentu warga mempertanyakan kualitas air yang sampai ke rumah,” kata warga tersebut.
Warga berharap persoalan itu tidak sekadar dijawab berdasarkan tampilan fisik air. Mereka meminta PDAM Tirta Panrannuangku turun langsung mengambil sampel air dan melakukan pemeriksaan laboratorium.
Pengujian dinilai penting untuk mengetahui kandungan air sekaligus memastikan kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat sesuai dengan standar yang berlaku.
“Kami berharap ada pemeriksaan resmi. Jangan hanya melihat dari warna atau busanya, tetapi harus diuji supaya jelas apakah air ini memang aman digunakan atau tidak,” ujar warga.
Wartawan Datangi Kantor PDAM
Untuk memperoleh penjelasan dari pihak pengelola, awak media kemudian mendatangi Kantor PDAM Tirta Panrannuangku Kabupaten Takalar.
Di lokasi, awak media melihat kendaraan yang disebut milik Direktur Utama PDAM Tirta Panrannuangku, Arianto Daeng Gading, terparkir di halaman kantor.
Awak media kemudian menanyakan keberadaan Direktur Utama dan Kepala Humas kepada petugas keamanan.
Menurut petugas keamanan, keduanya sedang berada di luar kantor.
“Dirut PDAM dan Humasnya lagi keluar,” ujar petugas keamanan ketika ditanya awak media, Kamis (1/10/2026).
Namun, saat awak media hendak meninggalkan kantor, terlihat seseorang yang disebut sebagai Kepala Humas PDAM keluar dari area sekitar tandon air penampungan dan berjalan menuju bagian luar kantor.
Kondisi tersebut membuat awak media belum mendapatkan kesempatan untuk meminta penjelasan langsung mengenai keluhan warga Biringbalang maupun perubahan kondisi air yang dilaporkan masyarakat.
Belum jelas alasan Kepala Humas berada di area tersebut dan mengapa sebelumnya petugas keamanan menyebut dirinya sedang berada di luar kantor. Titik-Fakta.com tidak menyimpulkan motif di balik situasi tersebut dan tetap memberikan ruang kepada pihak PDAM untuk menjelaskan kronologi sebenarnya.
Warga Menunggu Jawaban
Bagi warga Biringbalang, persoalan utama bukan sekadar perubahan warna air atau munculnya busa. Mereka membutuhkan kepastian mengenai kualitas air yang masuk ke rumah-rumah mereka.
Warga juga mempertanyakan langkah PDAM dalam menangani keluhan yang disebut terjadi berulang, termasuk proses pengolahan, pemeriksaan kualitas air, serta penggunaan anggaran untuk memastikan air yang didistribusikan kepada pelanggan memenuhi ketentuan.
Hingga berita ini diterbitkan, Direktur Utama PDAM Tirta Panrannuangku Kabupaten Takalar, Arianto Daeng Gading, belum berhasil dikonfirmasi mengenai keluhan warga tersebut.
Titik-Fakta.com membuka ruang seluas-luasnya bagi Direktur Utama, Kepala Humas, maupun manajemen PDAM Tirta Panrannuangku untuk memberikan klarifikasi mengenai kualitas air Biringbalang dan kejadian saat awak media melakukan konfirmasi di kantor PDAM.
(Red/Bombom)












