TAKALAR, TITIK–FAKTA.COM – Lembaga Samata meminta Pemerintah Kabupaten Takalar menghadirkan terobosan untuk menjawab empat persoalan yang kini dirasakan masyarakat: listrik, bahan bakar minyak atau BBM, air bersih, dan gas elpiji 3 kilogram, Kamis (10/09/2026).
Ketua Samata, Asman Putra Surya, mengatakan pemerintah daerah memiliki posisi penting dalam memastikan keluhan warga tidak berhenti sebagai persoalan sehari-hari, tetapi mendapat solusi yang terukur.
Menurut dia, di tengah berbagai dinamika nasional, pemerintah daerah tetap dapat mengambil langkah konkret melalui koordinasi, pengawasan, serta inovasi sesuai kewenangannya.
Listrik dan Energi Alternatif
Persoalan listrik menjadi salah satu perhatian Samata. Pemadaman bergilir dan gangguan pasokan listrik masih dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah.
Samata berharap Bupati Takalar dapat memperkuat koordinasi dengan PLN sekaligus mendorong pemanfaatan energi alternatif. Salah satunya melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap untuk kantor desa maupun fasilitas publik.
“Kami yakin dengan ide segar beliau, Takalar bisa menjadi contoh kabupaten yang tangguh energi,” kata Asman.
BBM dan Distribusi Bersubsidi
Persoalan berikutnya adalah ketersediaan BBM bersubsidi. Antrean di sejumlah SPBU menjadi gambaran bahwa persoalan distribusi masih membutuhkan perhatian.
Samata mendorong Pemkab Takalar melakukan pemetaan kebutuhan BBM berdasarkan karakteristik wilayah dan aktivitas ekonomi masyarakat. Pengawasan terhadap distribusi juga dinilai penting agar BBM bersubsidi tidak salah sasaran.
“Kami percaya Bupati punya terobosan agar subsidi benar-benar sampai kepada petani, nelayan, dan pelaku UMKM,” ujar Asman.
Krisis Air Bersih
Musim kemarau turut memperbesar persoalan ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Takalar. Samata meminta pemerintah daerah menyiapkan langkah cepat sekaligus program jangka panjang.
Sejumlah opsi yang dapat dilakukan antara lain penyediaan sumur bor, distribusi air menggunakan mobil tangki, serta konservasi sumber air.
“Kalau ada ide segar dan kerja sama semua pihak, masalah air ini pasti bisa diatasi,” katanya.
Gas Elpiji 3 Kilogram
Gas elpiji 3 kilogram juga masuk dalam daftar persoalan yang disoroti Samata. Kelangkaan dan distribusi yang tidak tepat sasaran dinilai berpotensi menambah beban masyarakat.
Samata berharap pemerintah daerah memperkuat pengawasan di lapangan serta memberikan edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha mengenai peruntukan elpiji bersubsidi.
Asman juga menyinggung penggunaan gas bersubsidi pada kegiatan tertentu yang semestinya menggunakan sumber pembiayaan atau energi non-subsidi. Menurut dia, pengawasan perlu dilakukan secara proporsional agar distribusi elpiji 3 kilogram benar-benar menyasar rumah tangga dan usaha mikro yang berhak.
Menunggu Gebrakan Bupati
Samata mengatakan pihaknya tidak menuntut sesuatu yang berlebihan. Yang dibutuhkan masyarakat, kata Asman, adalah kehadiran pemerintah, keberpihakan terhadap kebutuhan warga, serta gagasan baru yang dapat diterapkan.
“Kami Samata siap mendukung. Kami tunggu gebrakan dan ide segar dari Bupati Takalar untuk memecahkan empat persoalan ini. Kami yakin beliau mampu membawa Takalar lebih maju dan sejahtera,” ujar Asman.
Ia berharap persoalan listrik, BBM, air bersih, dan elpiji tidak ditangani secara parsial. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, PLN, Pertamina, serta pemangku kepentingan lainnya dinilai diperlukan agar setiap kebijakan dapat berjalan efektif.
“Dengan sinergi pemerintah, masyarakat, dan stakeholder, empat persoalan ini diyakini bisa menjadi momentum Takalar untuk bangkit dan menjadi contoh daerah yang cepat tanggap terhadap kebutuhan rakyat,” kata Asman. (*)












